PERINGATAN KESAKTIAN PANCASILA
Presiden Joko
Widodo memimpin Upacara Peringatan Hari
Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya,
Jakarta Timur pada Jumat, 1 Oktober 2021. Upacara digelar dengan protokol
kesehatan ketat dan dihadiri secara virtual oleh sejumlah pejabat lain.Dari
pantauan Tempo lewat YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi hadir
didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Selain Jokowi, hadir Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Puan Maharani, Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Bambang
Soesatyo, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti. Hadir
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 itu dipimpin Jokowi selaku
inspektur upacara. Adapun pembaca teks Pancasila adalah Ketua Dewan Perwakilan
Daerah La Nyalla Mattalitti, pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh
Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo, serta pembacaan dan
penandatanganan ikrar dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani. Hari
Kesaktian Pancasila diperingati sejak 1966. Pada 17 September 1966, Panglima
Angkatan Darat Jenderal Soeharto kala
itu menerbitkan surat agar seluruh pasukan memperingati hari tersebut.
HARI BATIK NASIONAL
Hari Batik Nasional dirayakan setiap 2 Oktober. Berikut alasan
Hari Batik Nasional diperingati tiap 2 Oktober. Nasional dirayakan setiap 2
Oktober. Bukan tanpa alasan Hari Batik dirayakan tiap tahunnya pada tanggal
tersebut.Berikut alasan Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober
Dalam sejarahnya, pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO menetapkan batik
sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya takbenda atau
Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Penetapan ini
sekaligus menjadi pengakuan bahwa batik merupakan budaya asli Indonesia.
Motif Batik Populer Buatan Sang Legenda Go Tik Swan
Pengakuan dunia internasional ini datang setelah
melalui perjalanan panjang. Indonesia mendaftarkan batik ke UNESCO pada 4
September 2008. Sejumlah dokumen sejarah pun dilengkapi. Batik dari
Indonesia bersaing dengan sejumlah warisan budaya takbenda dari negara lain.
Setelah melewati beberapa rangkaian seleksi UNESCO pun mengukuhkan batik
sebagai warisan budaya takbenda dalam sidang ke-4 di Abu Dhabi pada 2 Oktober
2009. UNESCO menilai teknik, simbol, dan budaya batik melekat dengan kebudayaan
Indonesia.
Kabar ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia.
Pemerintah pun menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional yang
diperingati setiap tahun. Cerita di Balik Kain, Jalan Lain Melestarikan Batik
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 33
Tahun 2009 yang menetapkan Hari Batik Nasional. Keputusan ini ditetapkan pada
17 November 2009. Hari Batik Nasional diperingati untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk melestarikan batik. Melalui sejumlah surat imbauan,
pemerintah juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenakan batik pada Hari
Batik Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar