Selasa, 15 Juni 2021

Sajian Utama

Hari Lahir Pancasila

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Oleh Humas Dipublikasikan pada 1 Juni 2021Kategori: Berita Dibaca: 235 Kali Presiden Jokowi memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021, Selasa (1/6/2021) pagi, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021, Selasa (1/6/2021) pagi. Presiden bertindak selaku inspektur upacara dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, sedangkan pelaksanaan upacara dipusatkan di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, DKI Jakarta, yang diikuti oleh peserta dengan jumlah terbatas. Bertindak selaku perwira upacara Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya yang saat ini bertugas sebagai Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta, sedangkan sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Infanteri Muhammad Imam Gogor, asisten operasi Paspampres. Kepala Negara terlihat mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dilengkapi dengan masker bewarna hitam.

Jalannya upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. “Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, Mengheningkan Cipta, mulai,” ujar Presiden. Rangkaian selanjutnya adalah pembacaan teks Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo yang diikuti oleh pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani. Kemudian Presiden Jokowi selaku inspektur upacara menyampaikan amanat yang dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh”. Turut mengikuti upacara di halaman Gedung Pancasila antara lain Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi selaku tuan rumah dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Juga hadir sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia, tenaga kesehatan, serta pelajar yang bertindak selaku bagian dari pasukan upacara dengan menerapkan protokol kesehatan.

Upacara juga diikuti secara virtual oleh para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, hingga sejumlah kepala daerah. Sebelumnya, dalam unggahan di akun Twitter pribadi @Jokowi, Kepala Negara mengatakan bahwa bangsa Indonesia yang besar ini telah melayari berbagai zaman dengan berpedoman kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Berpegangan pada nilai-nilai itu pula, kini bangsa Indonesia tengah berupaya melewati masa-masa sulit di tengah pandemi. “Berpegangan pada nilai-nilai itu, dengan persatuan dan gotong royong, kita akan kembali melewati masa-masa sulit ini dan keluar sebagai pemenangnya,” ucap Presiden pada cuitan yang diunggah pada Selasa


Sumber: https://setkab.go.id

 

Hari Anak Internasional

1 Juni 2021 memperingati Hari Anak Internasional. Hari Anak dirayakan di banyak negara di seluruh dunia untuk menghormati anak-anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak. Hari Anak yang dirayakan pada 1 Juni dikenal juga Hari Perlindungan Anak Internasional (terkadang juga disebut sebagai Hari Anak Internasional) ditetapkan oleh Women's International Democratic Federation selama kongres tahun 1949 yang diadakan di Moskow. Perayaan pertama berlangsung pada tanggal 1 Juni 1950. Dilansir Any Day Guide, saat ini, Hari Anak Internasional dirayakan pada tanggal 1 Juni terutama di negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, serta beberapa negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin lainnya. Hari Anak Internasional 1 Juni ini biasanya ditandai dengan berbagai kegiatan seperti kontes, pertunjukan, liburan bersama anak, dan lain-lain agar anak bersenang-senang. Di beberapa negara,

Hari Perlindungan Anak Internasional dirayakan sebagai hari libur, seperti di Cape Verde, Laos dan Mongolia. Di Cape Verde hari ini disebut sebagai Hari Pemuda, dan di Mongolia dikenal sebagai Hari Ibu dan Anak. Laman Christian Adoption Services menyebtukan, si AS, peringatan untuk Hari Anak sebenarnya mendahului Hari Ibu dan Hari Ayah. Hari Anak dibuat untuk mempromosikan cita-cita dan keinginan dunia untuk kesejahteraan anak-anak kita. Awal mula Hari Anak ini dimulai pada tahun 1856 ketika Pdt. Charles H. Leonard, DD, yang saat itu adalah pendeta dari First Universalist Church of Chelsea, Mass., ingin menciptakan hari dedikasi anak-anak pada kehidupan Kristiani. Hari itu juga dibuat sebagai peringatan dedikasi ulang orang tua dan wali untuk membesarkan anak-anak mereka dalam pengasuhan Kristen. Dia menetapkan hari Anak setiap Minggu kedua di bulan Juni. Selama sekitar seratus tahun berikutnya, konvensi lain mengesahkan penetapan dan resolusi untuk variasi pada Hari Anak selama bulan Juni. Pada Desember 1954, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui resolusi dan merekomendasikan agar semua negara mengadakan Hari Anak Sedunia. Hari itu harus dikhususkan untuk kegiatan yang merayakan anak-anak di dunia, dan untuk memulai tindakan guna memberi manfaat dan memajukan kesejahteraan semua anak.

Tanggal hari anak dapat berbeda di setiap negara, meskipun, umumnya tanggal 20 November sering kali merupakan tanggal yang dipilih karena ini adalah tanggal ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada 1959. Ini juga merupakan tanggal pada tahun 1989 ketika Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak. Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai peringatan tanggal Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak. Baca selengkapnya di artikel "Hari Anak Internasional 1 Juni 2021 & Bedanya dengan Children's Day", 

Disadur https://tirto.id/ggrz

 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Saatnya Restorasi Ekosistem

Kanal twitter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, @KementerianLHK, mencuit hari ini, 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam memperingati hari tersebut, United Nations Environment Programme atau UNEP mengusung tema Ecosystem Restoration.

“Inilah saatnya bagi kita untuk terus menanam pohon, menghijaukan alam dan lingkungan, mengubah pola konsumsi, membersihkan sungai dan pantai, serta aktif menjaga dan merawat lingkungan. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam,” tulis @KementerianLHK.

World Environment Day atau WED 2021 dirayakan untuk memberi tahu orang-orang bahwa alam tidak boleh dianggap remeh dan harus dijaga. Pandemi virus corona COVID-19 yang menyebabkan orang-orang minim aktivitas dianggap menguntungkan bagi alam. Dengan tidak adanya aktivitas manusia di tengah lockdown yang disebabkan oleh virus corona, alam mendapatkan waktu untuk membersihkan diri.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia awalnya dibuat pada hari pertama Konferensi PBB yang berfokus pada interaksi manusia dan lingkungan hidup. Pada 1969, PBB setuju, setelah 3 tahun mereka akan mengadakan konferensi di Swedia yang berfokus pada masalah lingkungan. WED pertama kali dirayakan dengan slogan “Hanya Satu Bumi" (Only One Earth).

Terkait tema Restorasi Ekosistem, menukil dari unep.org, Pakistan akan bertindak sebagai tuan rumah global pada 5 Juni. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 akan melihat peluncuran Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem. Pada pereingatan WED ini Pakistan akan menyelesaikan penanaman 1 miliar pohon sebagai bagian dari gerakan 10 miliar pohon.Menukil dari buku panduan Restorasi Ekosistem, adapun cara yang bisa dilakukan untuk memperingati WED 2021 ini yaitu, mengambil tindakan seperti memulai atau mendukung proyek restorasi di lapangan. Lebih lanjut, masyarakat dapat membuat pilihan cerdas seperti hanya membeli produk berkelanjutan dan mengubah pola makan.

Selain itu, menghidupkan kembali ekosistem yang terdegradasi, misalnya dengan menanam pohon, membersihkan tepian sungai, atau sekadar memberi ruang bagi alam untuk pulih. Langkah terakhir yang dapat dilakukan untuk mendukung gerakan Restorasi Ekosistem yakni dengan angkat suara untuk mendukung konservasi dan restorasi ekosistem“Tetapi sama seperti kita yang menyebabkan krisis iklim, krisis keanekaragaman hayati dan krisis polusi, kita dapat membalikkan kerusakan yang telah kita lakukan; kita bisa menjadi generasi pertama yang menata ulang, menciptakan kembali, dan memulihkan alam untuk memulai tindakan demi dunia yang lebih baik,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP, dalam pesannya di Hari Lingkungan Hidup Sedunia. 

Disarikan : tekno.Tempo.com

 

 Peringatan #AntiNarkoba#

RIDMA Foundation menyebut Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah komandan Pego alias Petrus Golose pasti dan optimis akan lebih baik, lebih giat lagi, berperang kepada narkoba yang merupakan kejahatan extraordinary.Bahwa seluruh masyarakat mendukung Bersih Narkoba yang akan diresmikan pada Hari Anti Narkoba Internasional (HANI 2021)Semangat yang sama dengan keberhasilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Tim Satgas narkoba dari Kepolisian. Tatkala Narkoba Polda Metro Jaya menguak penyelundupan sabu seberat 1,5 ton jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia berhasil.Setelah sebelumnya Presiden Jokowi geram, dimana seolah Ditjenpas tak bisa buat apa, tatkala mafia narkoba terus mengedarkan narkoba dari balik penjara.

Pengungkapan jaringan narkoba Timur Tengah-Afrika tersebut diperkirakan nilai barang bukti mencapai Rp1,694 Triliun dan jika beredar dapat dikonsumsi sekitar 5,6 juta jiwa.Artinya, peredaran narkoba terus terjadi dan sindikatnya bekerja. Walau kita di masa pandemi Covid-19. Bukan saja darurat narkoba, tapi sudah terjadi “banjir” narkoba di bangsa ini.Dalam rilisnya, RIDMA Foundation mencatat bahan haram yang hingga kini bandar narkoba justru produksinya dari dalam penjara alias Lapas atau Rutan.RIDMA menegaskan dan mendukung Satgas Polri dan BNN perlu diisi orang-orang yang idealis dan berintegritas. Jangan juga terjadi sejumlah narapidana narkoba yang mengisi hampir 50 persen lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai masyarakat, demikian cepat bergerak cepat mengikuti arahan Jokowi, sebagai bentuk perang terhadap narkoba. Jika dihitung, hampir tiga bulan dari Januari kurang lebih ada 5 ton lebih tim satgas narkoba terus melakukan pengungkapan.BNN yang bukan Lembaga Polri — kini bahkan anggaran dan statusnya dinaikan tak mau kalah sigap dengan satgas Polri. Berharap Presiden Jokowi bisa hadir di HANI 2021 .

“Saya tidak akan datang ke acara seremonial, atau perayaan HANI semacam ini. Jika BNN tidak bisa menyelesaikan masalah narkoba tuntas. Kita ini, sudah masuk dalam narurat narkoba, ayo dong sadari itu” ujar Jokowi, dalam kata sambutannya.Terhitung dua kali, Presiden Jokowi absen dalam acara seremonial HANI, karena ingin mengingatkan BNN sebagai garda depan untuk atasi masalah narkoba.“Ya, kita semua perlu bekerjasama mencegah, mengatasi, dan memberantas peredaran narkoba. BNN dengan fasilitas jangan mau kalah dengan satgas yang dibentuk kepolisian,” ujar Asri Hadi, atas nama NGO Bersama sejak jaman Bakolak Inpres 71 ikut mengkritisi.

Disadur: Matranews.id


Senin, 14 Juni 2021

Peringatan

Peringatan  

JUNI

1

01 Juni

Hari Lahir Pancasila

2

01 Juni

Hari Anak-anak Sedunia (Internasional)

3

03 Juni

Hari Pasar Modal Indonesia

4

05 Juni

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional)

5

08 Juni

Hari Laut Sedunia

6

21 Juni

Hari Krida Pertanian

7

24 Juni

Hari Bidan Indonesia (nasional)

8

26 Juni

Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional)

9

29 Juni

Hari Keluarga Berencana Nasional (KB)


Ekspresi

 Puisi

Guru       

Dalam lirih keluh dibibirku

Egoku masih bangkitkan ragu

Kesal dan bosan terus menipu

Hati ini larut membisu

Inginnya membenci, tapi tak mampu

Sebab katamu selalu menghipnotisku

***

Di relung terdalam, diriku tersadar

Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar

Mengalirkan bakti tanpa ingkar

Engkau adalah pelita terang

Demi muridmu agar menjadi pintar

Merangkul semua siswa tanpa pilah cinta

***

Bayang dan angan terus berkelana

Mengeja kehidupan agar bermakna

Kau bentangkan arah sebagai bekal

Tuk menggapai segudang harapan

Agar langkah kaki terus bertahan

***

Kegalauan  berangsur punah

Tetap menggembara wujudkan nyata

Terus digali agar bisa berprestasi

Kasihmu tak akan terganti

                                                                                                            Oleh : Dwi Putri MS


UMI dan ABI

Umi

Abi

Terimaksih karena telah merawatku

Menjaga diriku dengan penuh kesetiaan

Umu dan Abi

Aku sadar jasa kalian tidak akan bias kubalas

Umi dan Abi mengatakan: “Dinda jadilah anak yang sholih agar dapat menolong Umi dan Abi dihari nanti”

Umi dan Abi

Kelak kita akan berpsah

Entah akau atau engkau yang akan terlebih dahulu kembali kepadaNya

Dengan semua tuntunan, didikan yang penuh kasih saying

Izinkan aku unutk berbakti kepadamu

Semoga kita bias bertemu di surge nanti

Amin,amin, amin ya rabal alamin

                                                                                                                Dinda Ayu PW,7e