Sabtu, 27 Februari 2021

Sajian Utama

 

Hari Kanker Sedunia

Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan pertama kali pada Paris Charter yang diadopsi dari World Summit Against Cancer for the New Millenium in Paris pada 4 Februari 2000.Kanker adalah istilah yang digunakan untuk penyakit di mana sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem limfe.

Setidaknya, terdapat lebih dari 100 berbagai jenis kanker. Sebagian besar kanker diberi nama untuk organ atau jenis sel di mana mereka mulai. Misalnya, kanker yang dimulai di usus besar disebut kanker usus besar, kanker yang berawal di sel-sel basal kulit disebut karsinoma sel basal. Lantas, bagaimana cara mencegah kanker? 

Cara mencegah kanker secara alami

Sebagian besar jenis kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker. Dirangkum dari laman Yayasan Kanker Indonesia, berikut cara mencegah kanker secara alami:

  1. Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan
  2. Lebih banyak makan makanan berserat.
  3. Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, usahakan beberapa kali dalam sehari. 
  4. Lebih banyak makan makanan segar
  5. Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama
  6. Membatasi minuman alkohol
  7. Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual
  8. Hindari kebiasaan merokok dan bagi perokok sebaiknya segera berhenti merokok.
  9. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stres.
  10. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.

Disadur : Kesehatan kontan Id

Hari Pers Nasional 

(HPN) selalu diperingati setiap tanggal 9 Februari. Peringatan HPN sendiri bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan, ada sejarah atau peristiwa penting di baliknya.Penetapan Hari Pers Nasional ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985. Berdasarkan penetapan tersebut, disebutkan bahwa pers nasional memiliki peran

Berbicara tentang Hari Pers Nasional, tentu tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Pers memiliki peran yang sangat penting di masa revolusi fisik karena sebagai alat perjuangan.Mengingat pentingnya peran pers dalam masa perjuangan, para tokoh-tokoh pers nasional berkumpul untuk mendirikan organisasi yang menaungi para insan pers. Seperti dikutip dari laman PWI, pada tanggal 8 Juni 1946 para tokoh surat kabar dan tokoh pers nasional berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Surat Kabar (SPS).

Dalam sejarah pers Indonesia, sebenarnya SPS telah lahir sebelum tanggal 6 Juni 1946, tepatnya bersamaan dengan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta pada 9 Februari 1946. Pertemuan yang diselenggarakan di Sono Suka, Surakarta itu dilakukan pada tanggal 9-10 Februari, yang mana melibatkan banyak tokoh pers pemimpin surat kabar, majalah, wartawan, dan para pejuang wartawan.Para tokoh yang hadir di Surakarta pada menyetujui pembentukan organisasi wartawan Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diketuai Mr. Sumanang Surjowinoto dengan sekretaris Sudarjo Tjokrosisworo. Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 9 Februari itu, berlanjut pada 28 Februari 1946 untuk menghadiri sidang Komite Nasional Indonesia Pusat.

Mengingat pentingnya sejarah pers di Indonesia, maka pada tanggal 23 Januari 1985, Presiden Soeharto menetapkan bahwa tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Selain itu, pers juga memiliki peranan penting dalam sebuah negara demokrasi seperti di Indonesia, sebab pers menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, media komunikasi, serta kontrol

Peran dan Tugas Pers

Menurut pasal 33 UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers, dikatakan bahwa pers merupakan media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial. Dilansir dari Liputan6.com berikut ini penjelasan dari masing-masing fungsi tersebut:

1.    Media Informasi

Fungsi pers yang paling penting ialah sebagai media informasi. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi mengenai berbagai hal, seperti informasi ekonomi, politik, hobi, dan berbagai bidang lainnya. Oleh karena itu, pers memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang.

2.    Media Hiburan

Menurut UU No. 40 Tahun 1999 Pasal 3 Ayat 1, dikatakan bahwa salah satu fungsi pers adalah sebagai media hiburan.Adapun bentuk hiburan yang disajikan oleh pers tetap pada aturan yang berlaku, di mana hiburan harus tetap mendidik dan tidak melanggar nilai moral, HAM, agama, dan peraturan lain yang tidak diperbolehkan.

3.    Media Kontrol Sosial

Fungsi pers berikutnya ialah untuk mengontrol, mengoreksi, mengkritik sesuatu yang bersifat konstruktif atau tidak membangun.Dalam pelaksanaannya, pers juga berfungsi untuk mengawasi jalannya birokrasi, sehingga dapat mencegah terjadinya penyelewengan, seperti Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), dan berbagai penyimpangan lainnya.

4.    Media Pendidikan

Dalam perkembangannya, pers juga turut andil dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Sebagai media pendidikan, pers berperan penting dalam pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan hidup manusia.Informasi yang telah disebarluaskan melalui media tentunya berfungsi untuk mendidik, mencerdaskan, dan dapat mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan.

5.    Lembaga Ekonomi

Selain sebagai media hiburan dan kontrol masyarakat, pers juga merupakan lembaga ekonomi. Di mana media massa tidak hanya bertujuan untuk menghidupi penerbit media massa sendiri, tetapi dituntut mampu membantu atau menyerap lapangan pekerjaan.Sehingga pers diharapkan dapat berorientasi kepada kepentingan publik daripada kepentingan bisnis.

Diadur : https://www.merdeka.com

Hari Bahasa Ibu Internasional

 Pernahkah Anda mendengar atau merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional? Hari Bahasa Ibu Internasional jatuh setiap 21 Februari. Lantas bagaimana sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional? Hari Bahasa Ibu Internasional merupakan hari yang diresmikan oleh PBB pada Sidang Umum ke-30 yang diadakan pada 1990. Hari itu untuk memperingati keberagaman budaya dan bahasa yang dimiliki setiap golongan masyarakat di dunia.Tapi tahukah Anda, bahwa sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional memiliki banyak sisi kelam?

Awal kemunculan hari bermakna ini sendiri adalah dari budaya Bangladesh, yang memperjuangkan penggunaan bahasa Bengal di wilayahnya. Penggunaan bahasa Bengal sendiri sebenarnya sudah cukup lama di wilayah Bengal Timur (yang kemudian jadi Bangladesh).Namun pemerintahan Bengal Barat (saat ini Pakistan), justru menetapkan bahasa Urdu sebagai bahasa resmi wilayah tersebut. Hal ini kemudian memicu protes dari berbagai golongan masyarakat di sana, karena merasa bahasa Urdu bukan bahasa yang mereka kenal dan gunakan sejak kecil.Pertikaian meletus pada 21 Februari 1952. dimana aparat kepolisian menembaki demonstran yang melakukan protes. Beberapa nama besar gugur pada peristiwa tersebut. Namun berhasil menjadikan bahasa Bengal sebagai satu bahasa resmi di Bangladesh pada tahun 1956.Maka sejak setahun setelah protes, rakyat Bengal Timur sudah merayakan Hari Peringatan Bahasa. Baru pada tahun 1971, Bangladesh memerdekakan diri dan memisahkan diri dari wilayah PakistanWacana internasional perayaan hari Bahasa Ibu Internasional sendiri tercetus pada tahun 1998, oleh Rafiqul Islam, warga Bangladesh yang hidup di Kanada. Usulan ini diterima oleh PBB, dan meresmikannya pada tahun berikutnya. Peringatan tersebut difokuskan pada perayaan keanekaragaman bahasa dan budaya masyarakat di seluruh dunia.

Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional sendiri kemudian mulai dilakukan sejak tahun 2000, dan masih tetap berlanjut hingga kini.Sekali lagi yang perlu diingat, perayaan ini bukan untuk mengingat peristiwa berdarah yang terjadi di Bangladesh. Namun lebih kepada perayaan keberagaman bahasa dan budaya masyarakat yang ada di seluruh dunia. Keanekaragaman seharusnya jadi dasar untuk sesama umat manusia saling menghargai.Sedikit uraian mengenai sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional tersebut semoga bisa menjadi pengetahuan yang menarik untuk Anda semua. Selamat menantikan perayaan keberagaman, dan semoga hari Anda menyenangkan!

Disadur:https://www.suara.com

 

Ekspresi

 Puisi

                                        Puisi Rindu dari muridku

Bu Guru,mengapa kami diminta belajar sendiri

Semula hati senang tak keepalang

Terbayang jelas dipelupuk mata

Berhura-hura sepuas yang diingingkan

Tanpa dimarahi atau diminta ini juga itu

Berati bisa bermain yang dimau

Nyatanya beda bu Guru ....

***

Saya bosan ,dikamar melulu

Ngerjain tugas yang aku tidak tau

Meskipun itu terjawab benar .....

Maksudnya pun tak sampai tertaman direlungku

Aku rindu Bu Guru...

Kapan kita bersama-sama

Menggali ilmu yang Ibu pinta

Dari buku juga tayangan yang ibu sampaikan

Bersahutan antar kawan berebutan

Merjawab peertanyaan berebut bintang ada ditangan

***

Bu Guru, mengapa kami diminta belajar sendiri

Benarkan masa pandemi begitu menghantui

Dengan keselamatan kami penerus negeri

Benar benar terancam oleh virus

Yang tenar dengan julukan covid-19

                                                                                                                                            Oleh: Dwi Putri Mulat Setyoningsih



Senin, 01 Februari 2021

Peringatan

  Peringatan 

FEBRUARI

1

02 Februari

Hari Lahan Basah Sedunia (Konvensi Ramsar) (Internasional)

2

04 Februari

Hari Kanker Dunia (Internasional)

3

05 Februari

Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien)

4

06 Februari

Hari Internasional Nol Toleransi Bagi Praktik Sunat Perempuan

5

09 Februari

Hari Pers Nasional

6

09 Februari

Hari Kavaleri

7

13 Februari

Hari Persatuan Farmasi  Indonesia

8

14 Februari

Hari Valentine (Internasional)

9

14 Februari

Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)

10

20 Februari

Hari Pekerja Nasional

11

21 Februari

Hari Bahasa Ibu (Internasional)

12

22 Februari

Hari Istiqlal

13

28 Februari

Hari Gizi Nasional Indonesia