Hardiknas 2021, Nadiem Ungkap 4 Upaya Perbaiki Sistem Pendidikan RI
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim memberikan
sambutan dalam upacara hari pendidikan nasional (Hardiknas)
yang digelar secara virtual. Nadiem menyatakan pihaknya akan terus memperbaiki
pendidikan di Indonesia dengan transformasi melalui terobosan merdeka belajar.
Peringatan Hardiknas
itu disiarkan di akun YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/5/2021). Acara dimulai
dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan sambutan Nadiem.
"Hari ini adalah sebuah momen yang tepat bagi kita untuk
merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja
yang perlu diperbaiki. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi.
Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian
menciptakan sejarah baru yang gemilang," kata Nadiem, dalam sambutannya.
Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh
falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang
mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini
secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai
terobosan merdeka belajar," lanjutnya.
Nadiem menegaskan pihaknya terus melakukan transformasi untuk
memperbaiki sistem pendidikan dengan program merdeka belajar. Ada 4 upaya yang
dilakukan.:
1. "Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi.
2. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan.
3. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya.
4. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen," ujarnya.
Nadiem mengatakan sampai saat ini sudah ada 10 episode yang diluncurkan
dalam program merdeka belajar. Dia mengatakan program itu akan terus berlanjut
bersama terobosan-terobosan lain.
Nadiem yakin inovasi yang dibuatnya akan mengubah pendidikan Indonesia
semakin maju menghasilkan lompatan-lompatan ke depan.
"Sejak saya menjabat sampai dengan saat ini, termasuk pada masa
pandemi, sepuluh episode merdeka belajar telah diluncurkan dan akan masih
banyak lagi terobosan-terobosan merdeka belajar yang akan kita lakukan.
Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama
ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi
lompatan-lompatan kemajuan," tutur Nadiem.
Disadur : https://news.detik.com/berita
Hari Palang Merah Internasional diperingati setiap tanggal 8 Mei. (Unsplash/Kevin Paes Bivb76) Penulis Inten Esti Pratiwi | Editor Inten Esti Pratiwi KOMPAS.com - Tepat di hari ini, 8 Mei, diperingati sebagai Hari Palang Merah Internasional dan Hari Bulan Sabit Merah Sedunia. Peringatan Hari Palang Merah Internasional ini dilakukan tepat di hari lahirnya Henry Dunant, pendiri International Committee of The Red Cross atau ICRC. Tema peringatan Hari Palang Merah Internasional di tahun 2021 ini adalah "Together We Are Unstopable," atau "Bersama Kita Tak Terkalahkan." Di peringatan tahun 2021 ini, Palang Merah Internasional merayakan perjalanan panjangnya dalam menuntaskan berbagai misi kemanusiaan selama berpuluh-puluh tahun. Dikutip dari India Today, peringatan Hari Palang Merah Internasional pertama dilakukan pada tahun 1948. Di tahun 1984, barulah peringatan setiap 8 Mei ini resmi dinamakan sebagai Hari Palang Merah Internasional dan Hari Bulan Sabit Merah Sedunia. Federasi Internasional Komunitas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah bertugas mengawasi pergerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang ada di 188 negara, termasuk di Indonesia. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
sejarah lahirnya Palang Merah Internasional bermula di tahun
1859, di Kota Solferino, Italia Utara. Ketika itu pasukan Italia dan
pasukan Perancis tengah bertempur melawan pasukan Austria. Di hari tersebut,
Henry Dunant, seorang warga negara Swiss, terjebak di kota itu dalam
perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III. Henry Dunant
menyaksikan sendiri kengerian medan perang di waktu itu, dimana 40.000 orang
yang menjadi korban militer tak bisa ditangani semuanya oleh pasukan medis
militer. Bersama dengan penduduk setempat, Henry Dunant sempat bergerak untuk
membantu memberikan pertolongan. Berpijak dari kengerian itulah, Henry Dunant
yang juga menulis buku Kenangan Solferino tersebut melahirkan gagasan
untuk mendirikan organisasi kemanusiaan yang berlevel internasional. Baca juga:
PMI Bangun Gudang Logistik di 8 Provinsi Rawan Bencana 2. Penghargaan Nobel
Perdamaian Mengutip dari laman news18.com, Palang Merah sudah memenangkan tiga
kali penghargaan Nobel Perdamaian. Yaitu di tahun 1917, 1944 dan 1963.
Sedangkan Henry Dunant, memenangkan penghargaan serupa tepat di tahun
1901. 3. Memiliki lambang paling dikenali Dilansir dari laman Canadian Red
Cross, simbol palang merah adalah lambang internasional yang paling dikenali
oleh masyarakat dunia. Lambang atau simbol ini sendiri lahir di tahun
1864, ditetapkan sebagai tanda pengenal atau tanda pelindung bagi anggota
kesatuan medis militer yang diadopsi dari Konvensi Jenewa I. 4. Jutaan
sukarelawan Tercatat ada lebih dari 90 juta sukarelawan yang tergabung dalam
satu payung Palang Merah Internasional. Dari jumlah tersebut, sebagian
besarnya adalah sukarelawan usia muda dengan jumlah perbandingan laki-laki dan
wanita seimbang. Itulah empat fakta menarik soal Palang Merah Internasional.
Hingga kini, jumlah sukarelawan yang tergabung ke Palang Merah terus bertambah
meski di beberapa misi, para sukarelawan ini harus berhadapan dengan berbagai
macam rintangan juga bahaya.
Disarikan : https://www.kompas.com
. Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada 20 Mei setiap tahunnya. Penetapan Hari Kebangkitan Nasional merujuk pada tanggal berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Tahun ini, tema peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong untuk mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi Covid-19. Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa Menduduki Gedung DPR/MPR Organisasi Boedi Oetomo Pada 20 Mei 1908, Dr Wahidin Soedirohoesodo bersama tiga mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) mendirikan organisasi Boedi Oetama. Mengutip Harian Kompas, 19 Mei 1973, ketiga mahasiswa itu adalah Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji yang telah lama mengagumi dr Wahidin melalui majalah Retno Dumilak. . Daftarkan email Pendirian organisasi ini sekaligus menandai kebangkitan nasional Indonesia. Sebab, sejarah Indonesia sejak saat itu memasuki babak baru, yaitu pergerakan nasional. Artinya, semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia mulai lahir saat itu.
Sebelum organisasi Boedi Oetomo didirikan, dr Wahidin kerap
mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar pandai yang kurang mampu. Sebab,
kondisi masyarakat Indonesia saat itu sebagian besar tidak mampu mendapatkan
pendidikan formal dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dana itu
berasal dari para bangsawan dan Belanda di Jawa. Sejarah: Kelahiran Edward Jenner, Bapak Imunologi Penemu Vaksin Pertama di
Dunia Namun, dalam satu pertemuan, Sutomo mengusulkan agar usaha-usaha itu
diperluas di luar bidang pendidikan, tetapi juga pertanian, peternakan,
perniagaan, industri, dan kesenian. Untuk mewujudkan cita-cita itu, perlu
adanya organisasi. Sutomo dan kawan-kawannya pun menyiapkan pertemuan besar.
Pertemuan yang berasal dari dana pribadi itu akhirnya melahirkan sebuah
organisasi bernama Boedi Oetama. Berasal dari bahasa Melayu, "boedi"
berarti kepribadian dan "oetomo" artinya luhur. Tak butuh waktu lama,
organisasi itu langsung disambut secara antusias oleh para pelajar dari
berbagai daerah, dengan 10.000 anggota dalam satu tahun. Melalui Boedi Oetomo,
para pemuda melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi
pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian.
Disarikan: https://www.kompas.com
Hari Keluarga Nasional
Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Indonesia diperingati tiap tanggal 29 Juni. Sedikit informasi tentang sejarah Harganas, dilansir dari laman resmi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tahun 1945 Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Meski begitu, situasinya belum bisa dikatakan kondusif. Bahkan untuk mempertahankan kemerdekaan, diberlakukannya wajib militer bagi rakyat. Hal ini menjadikan beberapa orang harus berpisah dengan keluarganya. Melalui perjuangan yang panjang, pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu setelah itu, tepatnya 29 Juni 1949 para pejuang kembali kepada keluarganya. Hal inilah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional. Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini 10 PTN dengan Kuota Jalur Mandiri Terbanyak Di kancah internasional, ada tanggal khusus untuk memperingati Hari Keluarga. Peringatan Hari Keluarga Internasional selalu diperingati pada tanggal 15 Mei tiap tahunnya. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Majelis Umum PBB memproklamasikan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional lewat resolusi A/RES/47/237 dan mempertimbangkan kepentingan hubungan komunitas internasional dengan keluarganya. Melansir dari akun Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Riset), sejak tahun 1993, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 15 Mei tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional (International Day of Families).
Tujuan peringatan Hari Keluarga Internasional Tujuan dari peringatan Hari Keluarga Internasional antara lain: 1. Untuk mempromosikan kesadaran tentang pentingnya berhubungan dengan keluarga 2. Meningkatkan pengetahuan akan proses sosial, ekonomi, dan demografi terhadap keluarga. Pada tahun ini tema Hari Keluarga Internasional adalah 'Families and New Technologies'. Penting kiranya bagi orang tua untuk menemani anak kala berselancar dengan teknologi. Teknologi tak bisa gantikan guru Terkait keberadaan teknologi di lingkungan keluarga, Direktur Jenderal GTK Iwan Syahril menerangkan, teknologi tidak akan pernah menggantikan guru-guru yang baik. "Tapi teknologi bisa membantu guru-guru kita untuk mencapai tujuan-tujuan dengan lebih baik," kata Iwan seperti dikutip dari akun Instagram Direktorat GTK, Minggu (16/5/2021). Dalam ekosistem pendidikan, keluarga memiliki peranan penting, karena keluarga merupakan orang pertama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak. Oleh karena itu, mari ciptakan keharmonisan dalam keluarga, agar karakter positif dapat tercipta. Jadikan setiap hari di keluarga menjadi hari-hari yang bermakna. Baca juga: Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor Itulah informasi tentang Peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Keluarga Internasional yang masing-masing diperingati setiap tahunnya. Dengan mewujudkan ekosistem baik dalam keluarga, anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa akan tumbuh menjadi generasi cemerlang.
Disarikan : https://www.kompas.com
Kenaikan Isa Almasih tahun
2021
Hari besar
keagamaan yaitu hari Kenaikan Isa Almasih tahun
2021 jatuh secara bersamaan yaitu pada 13 Mei 2021. Tentu, hal ini memiliki
makna khusus bagi pemeluknya masing-masing.Peringatannya yang terjadi secara
bersamaan merupakan momen istimewa karena jarang terjadi di Indonesia. Momen
ini bisa menjadi sebuah tolak ukur untuk terus mempererat toleransi antar umat
beragama di Indonesia.
Jika kenaikan Yesus
Kristus diperingati pada 39 hari setelah Minggu Paskah, 40 hari setelah Sabtu
Paskah, atau 41 hari setelah Jumat Agung. Maka pada tahun 2021 Masehi ini hari
Paskah jatuh pada Minggu 4 April 2021. 39 hari setelahnya yaitu tanggal 13 Mei
2021 merupakan hari Kenaikan Isa Almasih yang ternyata bersamaan dengan hari
raya Idul Fitri bagi umat Muslim yang telah ditetapkan dalam Sidang Isbat oleh
Kementerian Agama RI.
Bagi umat Nasrani,
kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus adalah salah satu dari empat peristiwa
penting. Hari kenaikan Isa Almasih dimaknai dan dipercayai sebagai momen Yesus
Kristus naik ke surga dan disaksikan oleh murid-murid-Nya.Terdapat dua pesan
yang bisa diambil dari momen Kenaikan Yesus Kristus ke surga. Pertama, yaitu
kenaikan-Nya menguatkan iman umat Kristiani agar tidak takut. Yesus akan selalu
menyertai umat Kristiani yang beriman.
Sementara yang
kedua adalah Kristus selalu ada di tengah umat-Nya meski di tengah kehidupan
yang penuh dengan penderitaan dan tantangan. Namun, yang tidak kalah penting
adalah hari Kenaikan Isa Almasih mengingatkan manusia supaya tidak hanya
mementingkan kehidupan duniawi saja, melainkan tetap memperhatikan kehidupan
spiritual.
Hari Raya Idul Fitri
atau 1 Syawal 1442 H
Setelah
masuk bulan Ramadhan 1442 H, masyarakat selanjutnya bertanya kapan Idul Fitri 2021? Simak
penjelasan tanggal 1 Syawal 1442 Hijriah dan
jadwal cuti bersama berikut ini.
Peringatan
Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1442 H menurut Pimpinan
Pusat (PP) Muhammadiyah akan jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 mendatang. Ijtimak menjelang Syawal 1442 Hijriah akan terjadi
pada Rabu, 12 Mei 2021 pada pukul 02.03 WIB. Sedangkan penentuan Idul Fitri 1
Syawal 1442 Hijriah oleh pemerintah, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar
sidang isbat. Sidang Isbat akan dilaksanakan menjelang akhir bulan Ramadhan.
Sidang Isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal awal Ramadhan dan melaksanakan rukyatul hilal. Sidang Isbat ini akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, Dubes negara sahabat, perwakilan organisasi masyarakat, LAPAN dan BMKG.Sidang Isbat akan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni, pertama tim akan memaparkan posisi hilal yang disiarkan secara langsung, kedua Sidang Isbat akan dilaksanakan setelah shalat Maghrib secara tertutup dan kemudian Menteri Agama akan melakukan konferensi pers hasil sidang tersebut.
Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni
Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Nomor 281
Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas
Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4
Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Tahun 2021 mengatur pemangkasan cuti bersama dan libur lebaran.
Cuti bersama lebaran akan dipangkas oleh pemerintah. Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah akan ditetapkan pada tanggal 12 Mei.Mudik Lebaran 2021Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik yang berlaku pada tanggal 6 – 17 Mei 2021. Namun ada pengecualian bagi orang yang diperbolehkan mudik seperti bekerja/dinas, mengunjungi keluarga sakit atau meninggal, ibu hamil yang didampingi anggota keluarga dan persalinan didampingi oleh dua orang.Bagi pengecualian yang diperbolehkan mudik harus memiliki surat izin perjalanan SIKM yang berlaku hanya untuk individual dan satu kali perjalanan. Itulah penjelasan kapan Idul Fitri 2021 dan jadwal cuti bersama lebaran 1442 H
Hari
Raya Waisak 2565 BE Nasional tahun 2021
Peringatan Hari Raya Waisak 2565 BE Nasional tahun 2021 akan diselenggarakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya peringatan hari suci agama Buddha tersebut dipusatkan di Candi Borobudur, Jawa Tengah, maka tahun ini kegiatan dipusatkan di Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Baca juga: Tradisi Perayaan Waisak di Borobudur Sebelum Pandemi Covid-19 "Tahun ini ritual pengambilan api, air suci, semuanya tidak mungkin bisa kita laksanakan. Maka saat pandemi ini kita menyelenggarakan peringatan hari Waisak dengan sederhana," kata Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Asun Gotama saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (25/5/2021). Asun menjelaskan, peringatan Hari Raya Waisak pada Rabu (26/5/2021) yang diadakan secara offline di JIExpo hanya dihadiri oleh 300 umat Buddha saja. Baca juga: Napak Tilas Waisak, Sejarah Hingga Bagaimana Perayaannya Sementara umat Buddha lainnya di seluruh provinsi Indonesia dapat menyaksikan peringatan Hari Raya Waisak 2565 BE secara daring. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Perayaan Hari Raya Waisak ini, yang mengusung tema Waisak Membangkitkan Semangat Persatuan untuk Indonesia Maju, akan dibagi dalam dua sesi. Lihat Foto Umat dan masyarakat umum menerbangkan lampion menandai puncak peringatan Waisak 2563 BE/2019 di Candi Borobudur, Magelang, Minggu (19/5/2019)
Acara seremonial Hari Raya Waisak Sesi pertama akan dimulai pukul 09:00 WIB dengan rangkaian acara seremonial Hari Raya Waisak yang akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. "Jam sembilan tepat acara mulai, semua tamu VVIP masuk ruang acara, kemudian kita menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dan himne Walubi oleh padus (paduan suara) Walubi," ucap Asun. Rangkaian acara seremonial dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia Waisak Nasional, Ketua Umum DPP Walubi, dan sambutan Gubernur Anies Baswedan, serta sambutan para pejabat negara lainnya secara online. Baca juga: Hari Raya Waisak, Apa Itu Waisak dan Bagaimana Umat Buddha Merayakannya? Dalam acara tersebut, para tamu yang hadir juga akan mendengarkan kotbah Dhamma yang akan berlangsung selama 15 menit, kemudian doa, dan menyaksikan penampilan tarian Tri Suci Waisak. Lalu, acara di sesi pertama itu akan ditutup dengan penayangan video perayaan Waisak di tahun 2019, serta paduan suara dari Walubi. "Kenapa kita tayangkan, karena tahun 2020 dan 2021 ini kita semua tidak bisa memperingati di Candi Borobudur karena Covid-19, acara seremonial selesai dan tamu VVIP meninggalkan ruang acara pukul 11:30 WIB," jelas Asun. Ritual ibadah Hari Raya Waisak tahun ini Lebih lanjut, Asun menuturkan, setelah acara seremonial selesai, acara dilanjutkan dengan ritual ibadah atau menyambut detik-detik Waisak mulai pukul 15:30 WIB. Namun, acara ini khusus untuk seluruh umat serta majelis-majelis pimpinan agama Buddha saja. Baca juga: Lukisan Daun Bodhi Tarik Minat Turis Waisak di Borobudur Sama seperti acara seremonial, ritual ibadah Hari Raya Waisak 2565 BE akan dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Hari Raya Waisak, Ketua Umum Walubi, dan dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Ketua Dewan Sangha Walubi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kotbah Dhamma dan renungan. Lihat Foto Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.
Menyambut detik Waisak Asun mengatakan, renungan waisak akan dimulai pada pukul 17:45 WIB hingga pukul 18:13 WIB atau selama 45 menit. “Peristiwa ini secara perhitungan bulan jatuh pada tanggal 26 Mei 2021 tepat pukul 18:13:30 detik. Jadi kita mulai duduk diam dan perenungan mulai pukul 17:45 WIB,” kata Asun. Selama waktu 45 menit itu, seluruh umat Buddha duduk diam dan bermeditasi. Meditasi akan dipimpin oleh seorang pemuka agama Buddha. Baca juga: Mengintip Potongan Rambut Buddha di Botataung Pagoda, Yangon Saat sedang diam dan merenungkan kehidupan, pemimpin ibadah akan mengatakan bahwa sebentar lagi tepat pada pukul 18:13:30 semua umat Buddha menyambut saat kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, kemudian Ia mencapai penerangan sempurna dan mencapai Parinirvana (kemangkatan sang Buddha). “Seluruh umat Buddha menyambut Hari Waisak pada jam yang sama. Kami semua menyambut detik Waisak ini dengan duduk meditasi, diam,” ujar Asun. Setelah menyambut Waisak Setelah selesai menyambut detik Waisak, para umat akan mendengarkan penyampaian pesan Waisak dan berdoa bersama dipimpin oleh 14 majelis yang tergabung dalam Walubi secara bergantian. “Selesai doa, kita Pradaksina, yaitu kegiatan penghormatan dengan mengelilingi altar sebanyak tiga kali,” ujar Asun. Baca juga: Situs Patung Buddha Terbesar di Dunia Kembali Dibuka untuk Umum Selepas Pradaksina, seluruh umat Buddha akan menyanyikan lagu-lagu Buddhis, yaitu "Malam Suci Waisak". Para umat juga akan menyaksikan penampilan tarian Tri Suci Waisak, lalu acara ditutup dengan penampilan paduan suara dari Walubi. Acara akan selesai pada pukul 21:00 WIB. Lihat Foto Bhante Nyanagupta memimpin kebaktian perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2564 BE/2020 secara online di Vihara Dhanagun, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Kebaktian secara online dilakukan untuk mengurangi potensi pengumpulan massa selama pandemi virus corona atau COVID-19. Aturan dan protokol kesehatan di JIExpo Lebih lanjut, Asun menyampaikan bahwa saat perayaan Hari Raya Waisak 2021 yang bertempat di JIExpo, pihaknya menerapkan aturan dan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Terkait batasan kapasitas umat yang
berkunjung, pihak Walubi menerapkan registrasi secara online terlebih dahulu
bagi para umat Buddha yang hendak ikut ibadah di JIExpo melalui link yang telah
disebarkan. “Setelah itu datang ke tempat dengan membawa undangan fisik yang
telah disebarkan, kalau tidak bawa tidak bisa masuk,” kata Asun. Adapun
beberapa protokol kesehatan yang diberlakukan seperti, pengukuran suhu tubuh
sebelum masuk ke ruangan dan penggunaan cairan hand sanitizer, setelah itu
semua orang harus menjalani tes rapid antigen yang disediakan dari pihak
Walubi. Tidak hanya itu, pihak JIExpo juga menyiapkan Satgas Covid-19 sebanyak
30 orang untuk mengawasi keamanan saat perayaan Hari Raya Waisak.
Disarikan : https://www.kompas.com