Sajian Utama
Hari Pahlawan
1. Makna Hari
Pahlawan 10 November 2020
Momen Hari Pahlawan sebetulnya
bukan hanya mengingat jasa para pendahulu yang telah berjasa pada Indonesia.
Perjuangan pahlawan harus bisa menginspirasi kehidupan generasi saat ini yang
aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Pahlawan 10 November 2020
mengingatkan perjuangan bangsa Indonesia sebetulnya tidak pernah berhenti.
Perjuangan saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif
menggunakan berbagai platform.Termasuk kontribusi positif melawan pandemi
COVID-19 yang saat ini dilakukan seluruh dunia. Sambil menunggu vaksin,
protokol kesehatan harus diterapkan semua kelompok masyarakat dengan disiplin
setiap saat.
Tentunya Hari Pahlawan 2020 menjadi ajakan untuk
memperkuat persatuan dan kesatuan dengan seluruh komponen bangsa. Persatuan
menjadi bekal untuk kemajuan bangsa Indonesia.
2. Cerita Hari
Pahlawan 10 November 2020
Sejarah dan cerita Hari
Pahlawan 10 November 2020 tidak lepas dari keberanian dan
kegigihan warga Surabaya. Mereka menghadapi Tentara Sekutu untuk mempertahankan
Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tentara Sekutu saat itu melakukan balas dendam atas
kematian Jenderal AWS Mallaby asal Inggris. Tewasnya Mallaby saat baku tembak
di gedung Internatio memancing kematian Panglima Tentara Sekutu.
Perang besar berlangsung tiga pekan dan seluruh
Surabaya jatuh ke tangan sekutu pada akhir November 1945. Pejuang yang terdesak
mundur ke Sidoarjo dan Mojokerto, dengan perkiraan mereka yang tewas mencapai
lebih dari 10 ribu orang.
David Wehl, dalam bukunya Birth of Indonesia
mengatakan tidak ada pertempuran Indonesia sebanding dengan pertempuran
Surabaya. Hari Pahlawan 10 November 2020 ditetapkan untuk menghormati jasa para
pejuang.
3. Pesan MUI terkait Hari
Pahlawan 10 November 2020
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dalam pesan
pendeknya menyatakan, Hari Pahlawan 10 November 2020
memperlihatkan arti pentingnya persatuan dan kesatuan. Keduanya diperlukan
untuk tercapainya kemenangan dan cita-cita Indonesia.
Bangsa Indonesia saat ini dituntut untuk menjaga
persatuan dan kesatuan supaya tidak porak poranda. Menurut Buya, panggilan khas
Anwar, persatuan bisa dijaga dengan melakukan rekonsiliasi nasional dengan siapa
saja yang mencintai Indonesia.
Buya juga mengingatkan jangan sampai terpancing
polarisasi dan perbedaan pandangan yang bertujuan memecah belah bangsa. Sikap
dan pandangan sejatinya tidak boleh dipaksakan asal tetap berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945.
Sekretaris Jenderal MUI Anwar
Abbas dalam pesan pendeknya menyatakan, Hari
Pahlawan 10 November 2020 memperlihatkan arti pentingnya
persatuan dan kesatuan. Keduanya diperlukan untuk tercapainya kemenangan dan
cita-cita Indonesia.
Bangsa Indonesia saat ini dituntut untuk menjaga
persatuan dan kesatuan supaya tidak porak poranda. Menurut Buya, panggilan khas
Anwar, persatuan bisa dijaga dengan melakukan rekonsiliasi nasional dengan
siapa saja yang mencintai Indonesia.
Buya juga mengingatkan jangan sampai terpancing
polarisasi dan perbedaan pandangan yang bertujuan memecah belah bangsa. Sikap
dan pandangan sejatinya tidak boleh dipaksakan asal tetap berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945
Hari
Kesehatan Nasional.
Setiap
tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional. Tahun ini,
peringatan Hari Kesehatan Nasional dilakukan di tengah situasi pandemi
Covid-19. Teman Hari Kesehatan Nasional 2020 pun menyesuaikan dengan
kondisi saat ini, yaitu “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa
dari Pandemi Covid-19”. Sejarah Hari Kesehatan Nasional Penetapan 12 November
sebagai Hari Kesehatan Nasional ( HKN) berhubungan dengan penanganan yang
dilakukan di Indonesia untuk mengatasi malaria yang merebak pada era tahun
1950-an. Mengutip laman resmi Kemenkes, pada masa itu, penyakit malaria banyak
merenggut korban jiwa. Pada 1959, Dinas Pembasmian Malaria kemudian dibentuk
pada bulan Januari sebagai upaya mengatasi wabah yang terjadi. Dinas Pembasmian
Malaria berubah nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) pada
1963. Pembasmian malaria pada tahun-tahun itu dilakukan dengan
menyemprotkan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang
disemprotkan secara massal ke rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung.
Secara simbolis, penyemprotan juga dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 12 November
1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta. Kegiatan penyemprotan DDT saat itu juga
diikuti kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Lima tahun kemudian,
sejak upaya itu, pembasmian malaria dinilai berhasil. Oleh karena itu, 12
November 1964 untuk pertama kalinya diperingati sebagai Hari Kesehatan
Nasional, yang kemudian menjadi titik awal kebersamaan komponen bangsa dalam
pembangunan kesehatan Indonesia. Baca juga: Pesan Bijak Marshanda Peringati
Hari Kesehatan Mental Sedunia Hari Kesehatan Nasional 2020 Tema yang diusung
pada Hari Kesehatan Nasional kali ini adalah “Satukan Tekad Menuju Indonesia
Sehat”. Pada pengantarnya dalam “Buku Panduan HKN ke 56”, Direktur
Jenderal Kesehatan Masyarakat yang merupakan Ketua Umum HKN ke 56, dr Kirana
Pritasari, M. QIH mengatakan, tema tersebut merupakan seruan untuk seluruh
tenaga kesehatan maupun masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang di masa
pandemi Covid-19. Sementara, sub tema "Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat,
Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19" merupakan ajakan agar masyarakat
tak putus asa, tidak menyerah, dan tidak kendor dalam menjaga kesehatan diri,
demi mewujudkan Indonesia Sehat. Slogan tersebut, kata dia, harus digaungkan
agar masyarakat dapat mandiri dalam menjaga kesehatannya dengan selalu hidup
sehat dan menerapkan protokol kesehatan. Tujuan HKN ke-56 kali ini menyatukan
tekad dalam mewujudkan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia.
Selain itu, masyarakat diharapkan semakin mengerti arti penting perilaku dan
lingkungan sehat serta mau melakukan gerakan hidup sehat di tatanan keluarga,
sekolah, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas lainnya. Logo HKN 56 Logo Hari
Kesehatan Nasional kali ini memiliki bentuk visual angka 56 sebagai penanda
peringatan HKN ke-56 tahun. Logo tersebut menggambarkan kebersamaan, saling
bergenggaman yang mengingatkan derajat kesehatan akan terwjud jika semua
komponen masyarakat berperan. Adapun garis hitam menggambarkan kebersamaan,
saling bergenggaman untuk kesehatan yang akan pulih. Ada tiga lingkaran yang
bermakna pengingat kampanye nasional: Ayo pakai masker Ayo menjaga jarak,
hindari kerumunan Ayo rajin cuci tangan dengan sabun Untuk mendownload link
Logo Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 bisa diakses melalui link berikut:
Logo HKN ke-56.
Sejarah hari Toleransi
Internasional dikutip dari laman United Nations:
1. Pengertian Hari
Toleransi Internasional
Hari Toleransi Internasional adalah kesempatan
untuk mendidik masyarakat luas terkait isu-isu yang tengah menjadi perhatian.
Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan mengatasi masalah global serta
merayakan pencapaian kemanusiaan.
Harapan adanya hari Toleransi Internasional sendiri untuk menciptakan kesadaran
tentang prinsip-prinsip toleransi, menghormati budaya, kepercayaan, tradisi
orang lain, serta memahami risiko yang ditimbulkan oleh intoleran.
2. Sejarah Hari Toleransi
Sedunia
Hari toleransi sebenarnya dibentuk tahun
1996 menindaklanjuti United Nations Year for Tolerance di tahun 1995. Hal itu
dilakukan oleh negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Scientific
and Cultural Organization (UNESCO).
Acara United Nations Year for Tolerance di tahun
1995 sendiri dirancang pada Sidang Umum PBB tahun 1993 atas rekomendasi UNESCO.
Adapun, hal tersebut tertuang di dalam Deklarasi Principles on Tolerance and
Follow-up Plan of Action for the Year.
3. Tujuan Hari Toleransi
Internasional
Tujuan dari hari Toleransi sedunia ini untuk
menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap
keragaman budaya dunia kita yang beragam. Selain itu, cara ekspresi kita dan
cara kita menjadi manusia.
Adapun, toleransi sendiri adalah mengakui hak
asasi manusia universal pada orang lain. Sehingga, pendidikan toleransi harus
ditujukan untuk melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan
orang lain agar generasi muda dapat mengembangkan kapasitas penilaian
independen, kritis, dan etis.
Hari Guru
masyarakat Indonesia merayakan Hari Guru Nasional.
Seperti yang diketahui, Hari Guru Nasional dirayakan
setiap tanggal 25 November setiap tahunnya.Hari Guru Nasional ini diperingati
untuk mengapresiasi guru-guru di seluruh Indonesia.
Di tahun ini, Hari Guru Nasional memiliki tema
'Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar'. Lantas, bagaimana
asal-usul Hari Guru Nasional di
Indonesia? Dikutip dari Bobo, Hari Guru di Indonesia
ditetapkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No. 78 Tahun 1994.
Melalui Keppres ini, berdirilah Persatuan Guru
Republik Indonesia atau biasa disingkat PGRI, sekaligus berdirinya Hari Guru Nasional.
PGRI ini awalnya bernama Persatuan Guru Hindia
Belanda atau PGHB yang sudah berdiri sejak tahun 1912. Organisasi PGHB sendiri
merupakan bentuk dari perjuangan para guru Indonesia di zaman Belanda.Anggotanya
terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.
Tujuan berdirinya organisasi tersebut adalah untuk mendorong para guru
Indonesia memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda.Setelah
itu, di tahun 1932 organisasi PGHB berubah nama menjadi Persatuan Guru
Indonesia atau PGI.Saat zaman kependudukan Jepang, PGI dilarang melakukan
berbagai aktivtas karena segala jenis organisasi dilarang saat itu.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945,
Kongres Guru Indonesia diselenggarakan pada 24-25 November 1945 di Surakarta.Dalam
kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di
Indonesia.Selain di Indonesia, perayaan Hari Guru juga diperingati di berbagai
negara.Seperti di Amerika Serikat, mereka memperingati Hari Guru pada minggu
pertama di bulan Mei.
Sedangkan di Argentina, Hari Guru
diperingati setiap tanggal 11 September.Di Hong Kong, Hari Guru diperingati
pada tanggal 10 September dan Korea Selatan pada 15 Mei.Selain Hari Guru Nasional,
ada juga Hari Guru Internasional yang diperingati setiap 5 Oktober.
Berikut rangkum ucapan Hari Guru Nasional yang dikutip dari Business Insider:
1. Anda selalu menjadi
pendidik yang sangat baik yang tahu bagaimana menerangi jiwa dengan cahayanya.
Selamat Hari Guru untuk guru favoritku!
2. Semoga Anda senang
dan bahagia, Anda adalah guru yang luar biasa, dan Anda hanya pantas
mendapatkan yang terbaik.
3. Guru terbaik mengajar
dari hati, bukan dari buku. Terima kasih telah menjadi guru yang luar biasa.
Selamat Hari Guru!
4. Selamat Hari Guru!
Merupakan suatu kehormatan bisa belajar banyak hal darimu. Terima kasih telah
menginspirasiku. Kami membutuhkan lebih banyak guru sepertimu di sekolah dan
universitas kami.
5. Semua upaya dan kerja
keras yang Anda investasikan untuk menghasilkan yang terbaik dalam diri kami,
tidak akan pernah terbalas dengan kata-kata. Kami hanya bisa bersyukur memiliki
guru seperti Anda!
6. Guru, Anda selalu
menantang saya untuk bekerja keras dan mendapatkan nilai bagus. Aku akan selalu
mengingatmu. Selamat Hari Guru!
7. Anda adalah percikan,
inspirasi, pemandu, lilin bagi hidupku. Aku sangat bersyukur bahwa Anda adalah
guruku.
8. Aku beruntung
memiliki guru sehebat Anda. Semoga Anda mendapatkan Hari Guru yang penuh dengan
momen-momen menyenangkan!
Hari
anti kekerasan
Hari Anti Kekerasan Terhadap
Perempuan diperingati setiap tanggal 25
November. Pandemi membuat kekerasan terhadap perempuan kian
merebak.
Komnas Perempuan mencatat, di
Indonesia, perempuan rentan mengalami kekerasan di ranah personal atau
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Riset yang lebih luas dilakukan Yayasan
Plan Internasional dan menemukan belasan ribu anak perempuan dari 31 negara,
termasuk Indonesia, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan daring.
Dalam rangka Hari Anti Kekerasan
terhadap Perempuan, tahun ini PBB mengangkat tema 'Orange the
World: Fund, Respond, Prevent, Collect!'. Tema ini sekaligus merangkum
upaya untuk menjembatani kesenjangan pendanaan, memastikan layanan penting buat
penyintas kekerasan selama pandemi, fokus pada pencegahan dan pengumpulan data
demi meningkatkan layanan penyelamatan hidup bagi perempuan dan anak perempuan.
Mengutip dari laman resmi PBB, peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan akan
diisi dengan kampanye seperti tahun-tahun sebelumnya yakni '16
days of activism' atau 16 hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan.
Kampanye dimulai 25 November dan berakhir di 10 Desember atau bertepatan dengan
Hari HAM Internasional.
Selama 16 hari kampanye,
masyarakat akan diingatkan pula akan hari-hari peringatan penting lainnya
seperti Hari AIDS Sedunia (1 Desember), Hari Internasional untuk Penghapusan
Perbudakan (2 Desember), Hari Internasional bagi Penyandang Cacat (3 Desember),
Hari Internasional bagi Sukarelawan (5 Desember), Hari Tidak Ada Toleransi bagi
Kekerasan terhadap Perempuan (6 Desember), dan Hari HAM Internasional (10
Desember).
Hari Anti Kekerasan Terhadap
Perempuan ini telah diperingati sejak 25 November 1981 silam. Kala itu, hari
ini diperingati sebagai 'hari menentang kekerasan berbasis gender'.
Pada 1979, PBB, melalui Majelis
Umum menetapkan Convention of Elimination of All Forms of Discrimination
Against Women (CEDAW). CEDAW berlaku mulai 3 September 1981 dan diratifikasi
oleh lebih dari 100 negara anggota PBB, termasuk Indonesia.
25 November sendiri dipilih untuk
menghormati Mirabal bersaudara, tiga orang aktivis politik perempuan dari
Republik Dominika. Mereka dibunuh secara brutal pada 1960 atas perintah
penguasa saat itu, Rafael Trujillo (1930-1961).
Pada 20 Desember 1993, Sidang
Umum mengadopsi CEDAW melalui resolusi 48/104. Hal ini membuka jalan untuk
memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.
Kemudian pada 7 Februari 2000, Sidang Umum mengadopsi resolusi 54/134 dan
secara resmi menetapkan 25 November sebagai 'International Day for the
Elimination of Violence Against Women'.
Dengan demikian, tiap tahun,
tanggal 25 November dimanfaatkan untuk mengajak dan menyerukan perlawanan
terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.
Berikut sejarah hari
Toleransi Internasional dikutip dari laman United Nations:
1. Pengertian Hari Toleransi Internasional
Hari Toleransi Internasional adalah kesempatan
untuk mendidik masyarakat luas terkait isu-isu yang tengah menjadi perhatian.
Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan mengatasi masalah global serta
merayakan pencapaian kemanusiaan.
Harapan adanya hari Toleransi Internasional sendiri untuk menciptakan kesadaran
tentang prinsip-prinsip toleransi, menghormati budaya, kepercayaan, tradisi
orang lain, serta memahami risiko yang ditimbulkan oleh intoleran.
2. Sejarah Hari Toleransi Sedunia
Hari toleransi sebenarnya dibentuk tahun
1996 menindaklanjuti United Nations Year for Tolerance di tahun 1995. Hal itu
dilakukan oleh negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Scientific
and Cultural Organization (UNESCO).
Acara United Nations Year for Tolerance di tahun
1995 sendiri dirancang pada Sidang Umum PBB tahun 1993 atas rekomendasi UNESCO.
Adapun, hal tersebut tertuang di dalam Deklarasi Principles on Tolerance and
Follow-up Plan of Action for the Year.
3. Tujuan Hari Toleransi Internasional
Tujuan dari hari Toleransi sedunia ini untuk
menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap
keragaman budaya dunia kita yang beragam. Selain itu, cara ekspresi kita dan
cara kita menjadi manusia.
Adapun, toleransi sendiri adalah mengakui hak
asasi manusia universal pada orang lain. Sehingga, pendidikan toleransi harus
ditujukan untuk melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan
orang lain agar generasi muda dapat mengembangkan kapasitas penilaian
independen, kritis, dan etis.
Hari Menanam Pohon
Maka pada tahun 2008 Presiden mengamanatkan kepada seluruh lapisan
masyarakat bahwa sesuai dengan jumlah penduduk yang ada pada tahun 2009 harus
tertanam 230 juta batang pohon yang dimulai 1 Februari 2009 sampai
dengan akhir Desember 2009.
Penanaman pohon serentak merupakan upaya memulihkan
kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan
rusak dan lahan kritis. Dilansir WWF, dengan melakukan kegiatan baik secara
keproyekan maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas merupakan
bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya
hutan dan lahan.