Senin, 30 November 2020

 

KENANGAN PEJUANG DI MASA MUDA

Indahnya kebersamaan adalah hal yang dirindu

Momentum terkesan sepanjang waktu

Teringat perilaku yang kadang lucu

Di benak tak kan hilang sebagai kenangan

Mengembara ke masa ketika muda

Bergelora seakan berkibar sepanjang masa

 

Cintanya  seakan menggebu kala itu

Mendayu juga  merayu tak kan pernah layu

Terus memburu tak penuli lewati jalan buntu

Rintangan diterjang hadapi tantangan

Hingga tujuan ada di tangan

 

Jiwa muda adalah awal perjuangan

Inspirasi  mematri tekad untuk bertahan

Dalam pendirian untuk tetap berjuang

Melawan keganasan juga kesewenang-wenangan

Ketidakadilan harus dilawan juga disingkirkan

Dari bumi  pertiwi yang dicintai

Sepanjang kehidupan tak kan berhenti

 

Angannya terus melayang

Keinginannya terus berkembang

Menyatukan langkah menggapai asa

Agar anak muda terus bergelora

Bersuara  “merdeka” di mana pun berada

Tak peduli nyawa taruhannya

Sebab kebebasan adalah langkah utama

Menggapai kebahagiaan seluruh jiwa

 

 Kini senja, menemaninya dalam ketenangan

Kemenangan yang dulu diidamkan

Terwujud sudah dalam kehidupan

Kini hati nurani yang diuji

Perilaku yang kurang menghargai

Singkirkan dan jangan sampai kembali

Tetap menghargai para pejuang sejati

 

Sajian Utama

Hari Pahlawan

1. Makna Hari Pahlawan 10 November 2020

Momen Hari Pahlawan sebetulnya bukan hanya mengingat jasa para pendahulu yang telah berjasa pada Indonesia. Perjuangan pahlawan harus bisa menginspirasi kehidupan generasi saat ini yang aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Pahlawan 10 November 2020 mengingatkan perjuangan bangsa Indonesia sebetulnya tidak pernah berhenti. Perjuangan saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif menggunakan berbagai platform.Termasuk kontribusi positif melawan pandemi COVID-19 yang saat ini dilakukan seluruh dunia. Sambil menunggu vaksin, protokol kesehatan harus diterapkan semua kelompok masyarakat dengan disiplin setiap saat.

Tentunya Hari Pahlawan 2020 menjadi ajakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dengan seluruh komponen bangsa. Persatuan menjadi bekal untuk kemajuan bangsa Indonesia.

2. Cerita Hari Pahlawan 10 November 2020

Sejarah dan cerita Hari Pahlawan 10 November 2020 tidak lepas dari keberanian dan kegigihan warga Surabaya. Mereka menghadapi Tentara Sekutu untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tentara Sekutu saat itu melakukan balas dendam atas kematian Jenderal AWS Mallaby asal Inggris. Tewasnya Mallaby saat baku tembak di gedung Internatio memancing kematian Panglima Tentara Sekutu.

Perang besar berlangsung tiga pekan dan seluruh Surabaya jatuh ke tangan sekutu pada akhir November 1945. Pejuang yang terdesak mundur ke Sidoarjo dan Mojokerto, dengan perkiraan mereka yang tewas mencapai lebih dari 10 ribu orang.

David Wehl, dalam bukunya Birth of Indonesia mengatakan tidak ada pertempuran Indonesia sebanding dengan pertempuran Surabaya. Hari Pahlawan 10 November 2020 ditetapkan untuk menghormati jasa para pejuang.

 

3. Pesan MUI terkait Hari Pahlawan 10 November 2020


Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dalam pesan pendeknya menyatakan, Hari Pahlawan 10 November 2020 memperlihatkan arti pentingnya persatuan dan kesatuan. Keduanya diperlukan untuk tercapainya kemenangan dan cita-cita Indonesia.

Bangsa Indonesia saat ini dituntut untuk menjaga persatuan dan kesatuan supaya tidak porak poranda. Menurut Buya, panggilan khas Anwar, persatuan bisa dijaga dengan melakukan rekonsiliasi nasional dengan siapa saja yang mencintai Indonesia.

Buya juga mengingatkan jangan sampai terpancing polarisasi dan perbedaan pandangan yang bertujuan memecah belah bangsa. Sikap dan pandangan sejatinya tidak boleh dipaksakan asal tetap berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dalam pesan pendeknya menyatakan, Hari Pahlawan 10 November 2020 memperlihatkan arti pentingnya persatuan dan kesatuan. Keduanya diperlukan untuk tercapainya kemenangan dan cita-cita Indonesia.

Bangsa Indonesia saat ini dituntut untuk menjaga persatuan dan kesatuan supaya tidak porak poranda. Menurut Buya, panggilan khas Anwar, persatuan bisa dijaga dengan melakukan rekonsiliasi nasional dengan siapa saja yang mencintai Indonesia.

Buya juga mengingatkan jangan sampai terpancing polarisasi dan perbedaan pandangan yang bertujuan memecah belah bangsa. Sikap dan pandangan sejatinya tidak boleh dipaksakan asal tetap berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Hari Kesehatan Nasional.

Setiap tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional. Tahun ini, peringatan Hari Kesehatan Nasional dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19.  Teman Hari Kesehatan Nasional 2020 pun menyesuaikan dengan kondisi saat ini, yaitu “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19”. Sejarah Hari Kesehatan Nasional Penetapan 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional ( HKN) berhubungan dengan penanganan yang dilakukan di Indonesia untuk mengatasi malaria yang merebak pada era tahun 1950-an. Mengutip laman resmi Kemenkes, pada masa itu, penyakit malaria banyak merenggut korban jiwa. Pada 1959, Dinas Pembasmian Malaria kemudian dibentuk pada bulan Januari sebagai upaya mengatasi wabah yang terjadi. Dinas Pembasmian Malaria berubah nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) pada 1963. Pembasmian malaria  pada tahun-tahun itu dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang disemprotkan secara massal ke rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung. Secara simbolis, penyemprotan juga dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta. Kegiatan penyemprotan DDT saat itu juga diikuti kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Lima tahun kemudian, sejak upaya itu, pembasmian malaria dinilai berhasil. Oleh karena itu, 12 November 1964 untuk pertama kalinya diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional, yang kemudian menjadi titik awal kebersamaan komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Baca juga: Pesan Bijak Marshanda Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia Hari Kesehatan Nasional 2020 Tema yang diusung pada Hari Kesehatan Nasional kali ini adalah “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Pada pengantarnya dalam “Buku Panduan HKN ke 56”, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat yang merupakan Ketua Umum HKN ke 56, dr Kirana Pritasari, M. QIH mengatakan, tema tersebut merupakan seruan untuk seluruh tenaga kesehatan maupun masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang di masa pandemi Covid-19. Sementara, sub tema "Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19" merupakan ajakan agar masyarakat tak putus asa, tidak menyerah, dan tidak kendor dalam menjaga kesehatan diri, demi mewujudkan Indonesia Sehat. Slogan tersebut, kata dia, harus digaungkan agar masyarakat dapat mandiri dalam menjaga kesehatannya dengan selalu hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan. Tujuan HKN ke-56 kali ini menyatukan tekad dalam mewujudkan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat serta mau melakukan gerakan hidup sehat di tatanan keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas lainnya. Logo HKN 56 Logo Hari Kesehatan Nasional kali ini memiliki bentuk visual angka 56 sebagai penanda peringatan HKN ke-56 tahun. Logo tersebut menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman yang mengingatkan derajat kesehatan akan terwjud jika semua komponen masyarakat berperan. Adapun garis hitam menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman untuk kesehatan yang akan pulih. Ada tiga lingkaran yang bermakna pengingat kampanye nasional: Ayo pakai masker Ayo menjaga jarak, hindari kerumunan Ayo rajin cuci tangan dengan sabun Untuk mendownload link Logo Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 bisa diakses melalui link berikut: Logo HKN ke-56. 

 

Sejarah hari Toleransi Internasional dikutip dari laman United Nations:

1. Pengertian Hari Toleransi Internasional

Hari Toleransi Internasional adalah kesempatan untuk mendidik masyarakat luas terkait isu-isu yang tengah menjadi perhatian. Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan mengatasi masalah global serta merayakan pencapaian kemanusiaan.

Harapan adanya hari Toleransi Internasional sendiri untuk menciptakan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi, menghormati budaya, kepercayaan, tradisi orang lain, serta memahami risiko yang ditimbulkan oleh intoleran.

2. Sejarah Hari Toleransi Sedunia

Hari toleransi sebenarnya dibentuk tahun 1996 menindaklanjuti United Nations Year for Tolerance di tahun 1995. Hal itu dilakukan oleh negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Acara United Nations Year for Tolerance di tahun 1995 sendiri dirancang pada Sidang Umum PBB tahun 1993 atas rekomendasi UNESCO. Adapun, hal tersebut tertuang di dalam Deklarasi Principles on Tolerance and Follow-up Plan of Action for the Year.

3. Tujuan Hari Toleransi Internasional

Tujuan dari hari Toleransi sedunia ini untuk menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap keragaman budaya dunia kita yang beragam. Selain itu, cara ekspresi kita dan cara kita menjadi manusia.

Adapun, toleransi sendiri adalah mengakui hak asasi manusia universal pada orang lain. Sehingga, pendidikan toleransi harus ditujukan untuk melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain agar generasi muda dapat mengembangkan kapasitas penilaian independen, kritis, dan etis.

Hari Guru

masyarakat Indonesia merayakan Hari Guru Nasional.

Seperti yang diketahui, Hari Guru Nasional dirayakan setiap tanggal 25 November setiap tahunnya.Hari Guru Nasional ini diperingati untuk mengapresiasi guru-guru di seluruh Indonesia.

Di tahun ini, Hari Guru Nasional memiliki tema 'Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar'. Lantas, bagaimana asal-usul Hari Guru Nasional di Indonesia? Dikutip dari Bobo, Hari Guru di Indonesia ditetapkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No. 78 Tahun 1994.

Melalui Keppres ini, berdirilah Persatuan Guru Republik Indonesia atau biasa disingkat PGRI, sekaligus berdirinya Hari Guru Nasional.

PGRI ini awalnya bernama Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB yang sudah berdiri sejak tahun 1912. Organisasi PGHB sendiri merupakan bentuk dari perjuangan para guru Indonesia di zaman Belanda.Anggotanya terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.


Tujuan berdirinya organisasi tersebut adalah untuk mendorong para guru Indonesia memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda.Setelah itu, di tahun 1932 organisasi PGHB berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia atau PGI.Saat zaman kependudukan Jepang, PGI dilarang melakukan berbagai aktivtas karena segala jenis organisasi dilarang saat itu.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Kongres Guru Indonesia diselenggarakan pada 24-25 November 1945 di Surakarta.Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia.Selain di Indonesia, perayaan Hari Guru juga diperingati di berbagai negara.Seperti di Amerika Serikat, mereka memperingati Hari Guru pada minggu pertama di bulan Mei.

Sedangkan di Argentina, Hari Guru diperingati setiap tanggal 11 September.Di Hong Kong, Hari Guru diperingati pada tanggal 10 September dan Korea Selatan pada 15 Mei.Selain Hari Guru Nasional, ada juga Hari Guru Internasional yang diperingati setiap 5 Oktober.


Berikut rangkum ucapan 
Hari Guru Nasional yang dikutip dari Business Insider:

1. Anda selalu menjadi pendidik yang sangat baik yang tahu bagaimana menerangi jiwa dengan cahayanya. Selamat Hari Guru untuk guru favoritku!

2. Semoga Anda senang dan bahagia, Anda adalah guru yang luar biasa, dan Anda hanya pantas mendapatkan yang terbaik.

3. Guru terbaik mengajar dari hati, bukan dari buku. Terima kasih telah menjadi guru yang luar biasa. Selamat Hari Guru!

4. Selamat Hari Guru! Merupakan suatu kehormatan bisa belajar banyak hal darimu. Terima kasih telah menginspirasiku. Kami membutuhkan lebih banyak guru sepertimu di sekolah dan universitas kami.

5. Semua upaya dan kerja keras yang Anda investasikan untuk menghasilkan yang terbaik dalam diri kami, tidak akan pernah terbalas dengan kata-kata. Kami hanya bisa bersyukur memiliki guru seperti Anda!

6. Guru, Anda selalu menantang saya untuk bekerja keras dan mendapatkan nilai bagus. Aku akan selalu mengingatmu. Selamat Hari Guru!

7. Anda adalah percikan, inspirasi, pemandu, lilin bagi hidupku. Aku sangat bersyukur bahwa Anda adalah guruku.

8. Aku beruntung memiliki guru sehebat Anda. Semoga Anda mendapatkan Hari Guru yang penuh dengan momen-momen menyenangkan!


Hari anti kekerasan

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan diperingati setiap tanggal 25 November. Pandemi membuat kekerasan terhadap perempuan kian merebak.

Komnas Perempuan mencatat, di Indonesia, perempuan rentan mengalami kekerasan di ranah personal atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Riset yang lebih luas dilakukan Yayasan Plan Internasional dan menemukan belasan ribu anak perempuan dari 31 negara, termasuk Indonesia, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan daring.

Dalam rangka Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, tahun ini PBB mengangkat tema 'Orange the World: Fund, Respond, Prevent, Collect!'. Tema ini sekaligus merangkum upaya untuk menjembatani kesenjangan pendanaan, memastikan layanan penting buat penyintas kekerasan selama pandemi, fokus pada pencegahan dan pengumpulan data demi meningkatkan layanan penyelamatan hidup bagi perempuan dan anak perempuan.

Mengutip dari laman resmi PBB, peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan akan diisi dengan kampanye seperti tahun-tahun sebelumnya yakni '16 days of activism' atau 16 hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan. Kampanye dimulai 25 November dan berakhir di 10 Desember atau bertepatan dengan Hari HAM Internasional.

Selama 16 hari kampanye, masyarakat akan diingatkan pula akan hari-hari peringatan penting lainnya seperti Hari AIDS Sedunia (1 Desember), Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan (2 Desember), Hari Internasional bagi Penyandang Cacat (3 Desember), Hari Internasional bagi Sukarelawan (5 Desember), Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan (6 Desember), dan Hari HAM Internasional (10 Desember).

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini telah diperingati sejak 25 November 1981 silam. Kala itu, hari ini diperingati sebagai 'hari menentang kekerasan berbasis gender'.

Pada 1979, PBB, melalui Majelis Umum menetapkan Convention of Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW). CEDAW berlaku mulai 3 September 1981 dan diratifikasi oleh lebih dari 100 negara anggota PBB, termasuk Indonesia.

25 November sendiri dipilih untuk menghormati Mirabal bersaudara, tiga orang aktivis politik perempuan dari Republik Dominika. Mereka dibunuh secara brutal pada 1960 atas perintah penguasa saat itu, Rafael Trujillo (1930-1961).

Pada 20 Desember 1993, Sidang Umum mengadopsi CEDAW melalui resolusi 48/104. Hal ini membuka jalan untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Kemudian pada 7 Februari 2000, Sidang Umum mengadopsi resolusi 54/134 dan secara resmi menetapkan 25 November sebagai 'International Day for the Elimination of Violence Against Women'.

Dengan demikian, tiap tahun, tanggal 25 November dimanfaatkan untuk mengajak dan menyerukan perlawanan terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.

Berikut sejarah hari Toleransi Internasional dikutip dari laman United Nations:

1. Pengertian Hari Toleransi Internasional

Hari Toleransi Internasional adalah kesempatan untuk mendidik masyarakat luas terkait isu-isu yang tengah menjadi perhatian. Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan mengatasi masalah global serta merayakan pencapaian kemanusiaan.

Harapan adanya hari Toleransi Internasional sendiri untuk menciptakan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi, menghormati budaya, kepercayaan, tradisi orang lain, serta memahami risiko yang ditimbulkan oleh intoleran.

2. Sejarah Hari Toleransi Sedunia

Hari toleransi sebenarnya dibentuk tahun 1996 menindaklanjuti United Nations Year for Tolerance di tahun 1995. Hal itu dilakukan oleh negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Acara United Nations Year for Tolerance di tahun 1995 sendiri dirancang pada Sidang Umum PBB tahun 1993 atas rekomendasi UNESCO. Adapun, hal tersebut tertuang di dalam Deklarasi Principles on Tolerance and Follow-up Plan of Action for the Year.

3. Tujuan Hari Toleransi Internasional

Tujuan dari hari Toleransi sedunia ini untuk menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap keragaman budaya dunia kita yang beragam. Selain itu, cara ekspresi kita dan cara kita menjadi manusia.

Adapun, toleransi sendiri adalah mengakui hak asasi manusia universal pada orang lain. Sehingga, pendidikan toleransi harus ditujukan untuk melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain agar generasi muda dapat mengembangkan kapasitas penilaian independen, kritis, dan etis.

                                                             Hari Menanam Pohon

Maka pada tahun 2008 Presiden mengamanatkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa sesuai dengan jumlah penduduk yang ada pada tahun 2009 harus tertanam 230 juta batang pohon yang dimulai 1 Februari 2009 sampai dengan akhir Desember 2009.

Penanaman pohon serentak merupakan upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis. Dilansir WWF, dengan melakukan kegiatan baik secara keproyekan maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas merupakan bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan.

Minggu, 29 November 2020

Peringatan

 Peringatan

Bulan November

1

03 November

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

2

09 November

Hari Seksualitas Muslim Sedunia

3

10 November

Hari Pahlawan

4

11 November

Hari Bangunan Indonesia

5

12 November

Hari Kesehatan Nasional

6

12 November

Hari Ayah Nasional

7

14 November

Hari Diabetes Sedunia (Internasional)

8

14 November

Hari Brigade Mobil (BRIMOB)

9

16 November

Hari Toleransi Internasional

10

16 November

Hari Konferensi Warisan Sedunia (Internasional)

11

20 November

Hari Anak Sedunia (Internasional)

12

21 November

Hari Pohon Internasional

13

21 November

Hari Televisi Sedunia (Internasional)

14

22 November

Hari Perhubungan Darat Nasional

15

25 November

Hari Anti KekerasanTerhadap Perempuan Internasional

16

25 November

Hari Guru (PGRI)

17

28 November

Hari Menanam Pohon Indonesia

18

29 November

Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)

 

 

 

 

 

Ilustrasi Hari Diabetes Dunia