Jumat, 25 September 2020

 

Ekpresi

Puisi

Pekerti Anak Negeri

Negeri ini Indonesia tercinta

Luas membentang, tidak terhitung jumlah pulanya

Berjajar dari sabang sampai Merauke

Bersatu padu wujudkan Indonesia maju

 

Semua anak negeri wajib berbakti

Berprilaku terpuji ciptakan mimpi

Sesuai bidang yang mereka sukai

Wajib mengerti dan juga diyakini

Demi masa depan ‘tuk Indonesia menang

Perlihatkan karakter dimasa datang

 

Jangan pergi apalagi lari

Mari berbakti ciptakan kreasi

Berlomba lomba meraih prestasi

Baik dalam maupun luar negeri

 

Buang kemalasan hidupkan gagasan kobarkan semangat pantang berkianat

Jangan biarkan negeri ini dikuasai

Orang asing yang mengaku ahli

Telusuri dengan teliti juga hati hati

Pastikan pekerti anak negeri menguasai

           

   





                                                         Oleh      :  Dwi Putri Mulat Setyoningsih

                                                            Sumber : Cintaku di ujung gang

 

Galeri

 




Gambar 1 : Tenaga pendidik peringatan hari Merdeka17 Agustus 2019

 


 Gambar 2 : Tenaga pendidik peringatan hari PGRI 25 November 2019

 

Rabu, 23 September 2020

Sajian Utama

 Sajian utama

Hari Jadi ke 72 Polwan, Kapolri Minta Polwan Terus Berkarya

 Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengajak para polwan untuk terus berkarya dan menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.“Selaku pimpinan Polri, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke 72 kepada seluruh polisi wanita RI di mana pun bertugas. Teriring doa, semoga polwan RI dapat terus berkarya dan menunjukkan eksistensinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono membacakan sambutan dari Kapolri Idham Azis, di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa. Komjen Gatot menyampaikan bahwa Kapolri mengucapkan terima kasih kepada para polwan atas dedikasi, kontribusi, prestasi dan pengabdian kepada masyarakat dan NKRI selama 72 tahun.

Pihaknya mengajak para polwan untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Polwan tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kinerja di tengah pandemi COVID-19. Komjen Gatot menyampaikan bahwa Kapolri mengucapkan terima kasih kepada para polwan atas dedikasi, kontribusi, prestasi dan pengabdian kepada masyarakat dan NKRI selama 72 tahun.Pihaknya mengajak para polwan untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Polwan tahun ini sebagai momentum

Saat ini jumlah polwan di Indonesia tercatat ada 24.506 personel yang terdiri dari tiga perwira tinggi, 1.567 perwira menengah, 355 perwira pertama dan 19.581 bintara.Sejumlah jabatan strategis, baik di Mabes Polri, Polda, Polres maupun Polsek saat ini telah banyak diisi oleh para polwan.Untuk itu, Kapolri meminta para polwan untuk bekerja lebih baik lagi dan menunjukkan prestasi.

Terakhir, Kapolri berpesan kepada para polwan untuk terus melakukan kebaikan.

“Bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi jika kita bekerja tidak baik, maka teruslah melakukan kebaikan. Biarkan proses alam dan Tuhan yang menilai apa yang telah kamu kerjakan,” katanya. Pelaksanaan rangkaian Hari Jadi ke 72 Polwan ini telah dilaksanakan secara bertahap mulai dari 4 Agustus 2020 hingga 28 Agustus 2020 dan puncak peringatan pada Selasa.

PON Pertama di Surakarta, Jawa Tengah

 

Peringatan Hari Olahraga Nasional tidak semata-mata untuk mengenang hari kelahiran suatu organisasi ataupun pahlawan di bidang olahraga melainkan sebuah momentum untuk mengingat kembali suatu peristiwa bersejarah di bidang olahraga yang memberikan inspirasi atau motivasi bagi seluruh Bangsa Indonesia.

Tujuan utama Hari Olahraga Nasional:

 

1. Komitmen seluruh insan olahraga termasuk pendidikan keolahragaan bagi pelajar karena melihat betapa penting dan strategisnya olahraga bagi kesehatan siswa untuk mencapai cita-cita SDM unggul Indonesia maju,

2.Mengingatkan kembali seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang juga ditindaklanjuti dengan Peraturan Menpora RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga,

3. Mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk melaksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas di kegiatan sehari-hari,

4. Menumbuhkan semangat mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan teratur, baik pelajar, masyarakat, pekerja/karyawan dan semuanya. 

 

PON pertama diselenggarakan di Stadion Sriwedari, Surakarta Jawa Tengah pada 9-12 September 1948.Di mana pada akhirnya tanggal pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yaitu 9 September ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 tahun 1985. 

Pesta Olahraga ini dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno dan ditutup oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).PON pertama diikuti oleh peserta yang berasal dari tingkat karesidenan atau kota.Ada 13 karesidenan atau kota yang berpartisipasi, yaitu Yogyakarta, Madiun, Magelang, Semarang, Bandung, Malang, Surakarta, Surabaya, Pati, Kedu, Banyuwangi dan Jakarta.Surakarta menjadi juara umum PON Pertama dengan meraih 36 medali dari total 108 medali yang terdiri dari emas, perak dan perunggu.

 PON pertama ini juga diikuti sekitar 600 atlet yang berkompetisi dalam beberapa cabang olahraga yaitu Bulu Tangkis, Tenis, Panahan, Renang, Basket, Atletik, Lempar Cakram dan Sepak Bola Alasan memilih Kota Surakarta sebagai tempat penyelenggaraan adalah karena sarana olahraga di kota ini dianggap telah memenuhi persyaratan pokok.Stadion Sriwedari yang dilengkapi lampu penerangan serta kolam renang dan berbagai fasilitas olahraga lain pada zamannya adalah termasuk yang terbaik di Indonesia.Adapun maksud dan tujuan penyelenggaraan PON pertama ini adalah untuk menunjukkan pada dunia luar bahwa Bangsa Indonesia dalam kondisi yang baru saja mengecap kemerdekaan sanggup menggalang persatuan dan kesatuan serta tetap bersatu kokoh dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. 

 

Tak hanya itu, penyelanggaraan PON pertama ini tidak haya terkait pada prestasi olahraga dalam negeri saja, namun juga berhubungan dengan gengsi serta harkat dan martabat bangsa.

Berawal dari ditolaknya Indonesia oleh Inggris yang menjadi tuan rumah Olimpiade ke-14.

Indonesia yang kala itu baru saja merdeka dianggap belum layak mengikuti olimpiade karena belum memiliki prestasi apapun di bidang olahraga.Namun, alasan yang sebenarnya adalah karena saat itu Inggris merupakan sekutu Belanda yang masih belum menerima kemerdekaan Indonesia.Indonesia yang merasa tersinggung dengan penolakan Inggris kemudian menggelar konferensi darurat di Solo tahun 1948 untuk mengadakan Pekan Olahraga Nasional (PON).

 

                                                                Radio Republik Indonesia

 Setiap tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Ditanggal yang sama itu juga diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945, maka tak heran jika tanggal 11 September juga sering disebut sebagai Hari RRI.


Tapi, pernahkah anda tahu bagaimana sejarah diperingatinya Hari Radio atau Hari RRI. Begini ceritanya.

RRI didirikan sebulan setelah siaran radio Hoso Kyoku dihentikan tanggal 19 Agustus 1945. Saat itu, masyarakat menjadi buta akan informasi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah Indonesia merdeka. Apalagi, radio-radio luar negeri saat itu mengabarkan bahwa tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menduduki Jawa dan Sumatera.


Tentara Inggris dikabarkan akan melucuti tentara Jepang dan memelihara keamanan sampai pemerintahan Belanda dapat menjalankan kembali kekuasaannya di Indonesia. Dari berita-berita itu juga diketahui bahwa sekutu masih mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia dan kerajaan Belanda dikabarkan akan mendirikan pemerintahan benama Netherlands Indie Civil Administration (NICA).
Menanggapi hal tersebut, orang-orang yang pernah aktif di radio pada masa penjajahan Jepang menyadari radio merupakan alat yang diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berkomunikasi dan memberi tuntunan kepada rakyat mengenai apa yang harus dilakukan.

Wakil-wakil dari 8 bekas radio Hosu Kyoku mengadakan pertemuan bersama pemerintah di Jakarta.

Pada 11 September 1945 pukul 17.00, delegasi radio sudah berkumpul di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon dan diterima sekretaris negara. Delegasi radio yang saat itu mengikuti pertemuan adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Malad

.
Abdulrahman Saleh yang menjadi ketua delegasi menguraikan garis besar rencana pada pertemuan tersebut. Salah satunya adalah mengimbau pemerintah untuk mendirikan radio sebagai alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat mengingat tentara sekutu akan mendarat di Jakarta akhir September 1945. Radio dipilih sebagai alat komunikasi karena lebih cepat dan tidak mudah terputus saat pertempuran

.

Untuk modal operasional, delegasi radio menyarankan agar pemerintah menutut Jepang supaya bisa menggunakan studio dan pemancar-pemancar radio Hoso Kyoku.
Mendengar hal itu, sekretaris negara dan para menteri keberatan karena alat-alat tersebut sudah terdaftar sebagai barang inventaris sekutu. Para delegasi pun mengambil sikap meneruskan rencana mereka dengan memperhitungkan risiko peperangan

.

Pada akhir pertemuan, Abdulrachman Saleh membuat simpulan antara lain, dibentuknya Persatuan Radio Republik Indonesia yang akan meneruskan penyiaran dari 8 stasiun di Jawa, mempersembahkan RRI kepada Presiden dan Pemerintah RI sebagai alat komunikasi dengan rakyat, serta mengimbau supaya semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh

.
Pemerintah menyanggupi simpulan tersebut dan siap membantu RRI meski mereka tidak sependapat dalam beberapa hal.


Pada pukul 24.00, delegasi dari 8 stasiun radio di Jawa mengadakan rapat di rumah Adang Kadarusman. Para delegasi yang ikut rapat saat itu adalah Soetaryo dari Purwokerto, Soemarmad dan Soedomomarto dari Yogyakarta, Soehardi dan Harto dari Semarang, Maladi dan Soetardi Hardjolukito dari Surakarta, serta Darya, Sakti Alamsyah dan Agus Marahsutan dari Bandung. Dua daerah lainnya, Surabaya dan Malang tidak ikut serta karena tidak adanya perwakilan. Hasil akhir dari rapat itu adalah didirikannya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpinnya. Red dari berbagai sumber

Sejarah Hari Perhubungan Nasional

Melansir laman resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Aceh, Hari Perhubungan Nasional atau yang biasa disingkat dengan Harbubnas ditetapkan pertama kali pada tahun 1971.Dulunya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perhubungan memiliki hari jadi masing-masing yang waktunya relatif berdekatan.Karena dinilai tidak efisien dari segi waktu dan biaya, akhirnya hari jadi di sektor-sektor perhubungan tersebut disatukan menjadi Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap 17 September.

Penetapan Hari Perhubungan Nasional ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan RI saat itu yakni Drs. Frans Seda dengan surat keputusan no. S.K. Keputusan tersebut diambil atas pertimbangan perlu adanya penyederhanaan pelaksanaan hari jadi di lingkungan perhubungan dan pelaksanaan peringatan semua unsur perhubungan (transpor dan komunikasi) yang diintegrasikan

Memberitakan, sasaran pemerintah dalam operasi perhubungan yang disampaikan Frans Seda dalam peringatan Hari Perhubungan pertama kali adalah perhubungan mampu memenuhi lima kriteria yakni murah, aman cepat, enak dan tepat waktu.Kala itu, masih dalam suasana peringatan Hari Perhubungan, beberapa program terkait lalu lintas di Jawa Timur diresmikan dalam waktu yang berdekatan.

Beberapa di antaranya adalah pada 22 September 1971, kapal dari Ketapang dan Gilimanuk yang semula hanya 10 jam sehari ditingkatkan pelayanannya menjadi 24 jam.Peningkatan pelayanan itu diharapkan akan lebih melancarkan pengiriman ternak dari Bali ke Jawa, serta agar para penumpang yang melakukan perjalanan Jawa-Bali tak kehilangan waktu.

Selain itu, program lain yakni sekitar tanggal 1 September, pengangkatan kerangka kapal perang masa perang dunia ke-2 yang tenggelam di Selat Madura juga mulai dilakukan.Melansir laman Dishub Aceh, Peringatan Harbubnas memiliki 3 tujuan utama yakni:

1.      Meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa warga Perhubungan serta dengan mitra kerja jasa Perhubungan;

2.      Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab untuk selalu ikut membudayakan peningkatan pelayanan yang lebih baik;

3.      Meningkatkan penghayatan dan pengamalan 5 citra manusia Perhubungan.

Secara singkat, Hari Perhubungan Nasional merupakan sarana instrospeksi diri bagi insan perhubungan terkait dengan pelayanannya terhadap masyarakat.

Hari Perhubungan Nasional 2020

Laman Dishub Jabar menuliskan, Kementerian Perhubungan kali ini mengusung tema “Wujudkan Asa, Majukan Indonesia” dalam rangka peringatan Hari Perhubungn Nasional 2020.Tema tersebut memiliki makna, insan perhubungan memiliki semangat untuk mewujudkan harapan ke depan untuk Indonesia Maju.Selain itu, pembangunan sektor transportasi terus dilakukan, perubahan-perubahan terhadap regulasi juga terus dilakukan saat adaptasi kebiasaan baru.

Hal itu dilakukan agar mampu memberikan pelayanan transportasi yang selamat, aman , nyaman serta sehat.Adapun logo Harbubnas 2020 kali ini, mengambil filosofi awal dari simpul tali yang mengikat kuat keberagaman dan simbol hati yang berarti kecintaan terhadap Transportasi.

Hari Tani Nasional 2020, Serikat Petani Indonesia (SPI): Meneguhkan Reforma Agraria untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

 

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Soekarno Nomor 169 Tahun 1963, tanggal 24 September ditetapkan sebagai peringatan Hari Tani. Dipilihnya tanggal 24 September bertepatan dengan tanggal dimana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) disahkan. UUPA 1960 merupakan spirit dan menjadi dasar dalam upaya perombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme di masa lalu.

Enam dasawarsa berlalu sejak disahkannya UUPA 1960, kini reforma agraria di Indonesia tengah memasuki tantangan baru. Memasuki periode kedua pemerintahannya, komitmen Presiden Joko Widodo terkait reforma agraria masih ditunggu. Pada periode pertama pemerintahannya, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun 2014-2019, Presiden Joko Widodo memasukkan reforma agraria dan kedaulatan pangan sebagai program prioritas dalam Nawa Cita (sembilan program prioritas).

Untuk itu, SPI akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Tani Nasional, dimulai pada 17 September dan diakhiri pada 30 September 2020.

Berikut detilnya:

  1. Pembukaan Rangkaian Kegiatan Hari Tani Nasional 24 september 2020 SPI & deklarasi serta Peresmian kampung reforma agraria di Desa Pasir Datar, Caringin, Sukabumi, Jawa Barat (17 September)
  2. Deklarasi Kampung Reforma Agraria, Konferensi Pers, Syukuran/Rapat Umum /Dialog Publik, Diskusi Perpres 88/2017 dan Perpres 86/2018 (17-29 September 2020 di berbagai wilayah di seluruh nusantara)
  3. Dialog SPI – KOMNASHAM, 19 September 2020
  4. Deklarasi GEMAPETANI tingkat nasional (19/20 September 2020)
  5. Diskusi Daring, “Reforma Agraria dan Penyelesaian Konflik Agraria dalam RPJMN 2020-2024” (21 September 2020)
  6. Diskusi Daring “Petani dalam RUU Cipta Kerja” (22 September 2020)
  7. Massa aksi di wilayah (21-29 September 2020
  8. Aksi Peringatan HTN 2020 di Nasional dan Wilayah (24 September 2020)
  9. Seminar Pemuda tingkat Internasional (25/26/27/28 September 2020)
  10. Diskusi Daring Internasional, “Reforma agraria di Indonesia, Asi Tenggara; pelaksanaan dan tantangannya dewasa ini , 29 September 2020
  11. Rapat umum penutupan Rangkaian Peringatan HTN 2020, 30 September 2020.

Ini Cara KAI Memperingati Hari Pelanggan 2020

Setiap tanggal 4 September, seperti hari ini, Jumat (4/9/2020), Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan momentum tersebut untuk mendedikasikan diri menambah semangat perusahaan memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Banyak hal-hal yang dilakukan di berbagai wilayah kerja KAI seperti membagikan Voucher Tiket KA, goodie bag, dan Merchandise kepada penumpang kereta api.

Selain itu sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19 KAI juga rutin memberikan edukasi dan sosialisasi tentang Memakai Masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak (3M) kepada penumpang. Pada Hari Pelanggan Nasional 2020 di Area Stasiun, seluruh petugas frontliner (petugas loket, costumer service, kondektur) KAI yang bertugas juga memeri salam "Selamat Hari Pelanggan". Announcer pun secara berkala akan menyapa penumpang dengan ucapan “Selamat Hari Pelanggan". Adanya peringatan Hari Pelanggan Nasional ini, KAI diharapkan dapat terus memberikan kepuasan kepada seluruh pelanggan KA di  manapun berada. (Public Relations KAI)

Peringatan hari sarjana

 Banyak masyarakat mungkin tidak mengetahui jika hari ini, ada hari penting dari dunia pendidikan. Ya, setiap 29 September, Indonesia memperingati Hari Sarjana Nasional.Sarjana sendiri adalah gelar strata satu yang dicapai seseorang setelah tamat dari pendidikan tingkat akhir di perguruan tinggi.

Hari Sarjana Nasional memang tak sepopuler hari-hari penting lainnnya di Indonesia. Keberadaannya bahkan hanya seperti bayangan semu. Namun, Hari Sarjana Nasional tercacatat sebagai hari penting dan diperingati setiap tahunnya di Indonesia, tepatnya pada 29 September.

Ketika mencoba menggali historis dan asal-usul ditetapkannya Hari Sarjana Nasional setiap 29 September, namun kami tidak menemukannya. Belum ada keterangan sejarah soal lahirnya Hari Sarjana Nasional.

Bahkan meski diperingati setiap tahun, hingga saat ini belum ada acara atau perayaan khusus untuk memeriahkan Hari Sarjana Nasional. Tetapi, Hari Sarjana Nasional sendiri bertujuan untuk mengapresiasi para sarjana yang telah berhasil menyabet strata intelektualitas. Pasalnya, para sarjana dianggap sebagai salah satu yang menjadi penentu kemajuan bangsa. Para sarjana merupakan aset bangsa yang diharapkan bisa memberi sumbangsih bagi pembangunan Indonesia.


 

                                                                                                                                                                                                                                           Peringatan 

PERINGATAN BULAN SEPTEMBER

No

Tanggal

Diperingati

1

1 september

Hari Polwan

2

8 September

Hari Aksara dan Hari Pamong Praja

3

11 September

Hari RRI (Radio Republik Indonesia)

4

17 September

Hari Perhubungan Nasional

5

24 Septembe

Hari Agraria Nasional (Hari Tani)

6

28 September

Hari Kereta Api

7

29 September

Hari Sarjana Indonesia

8

30 September

Hari Pemberontakan PKI atau Berkabung Nasional

 

 

 

 

 

 

 

Selamat hari POLWAN  

1 September 2020 

 

  Selamat hari AKSARA 2020

 

8 September 2020 

 

Selamat hari Olah Raga 2020

 

9 September 2020 

 

Selamat hari RRI 2020

 

11 September 2020 

Selamat hari Perhubungan 2020

17 September 2020 

 

Selamat hari Agraria

24 September 2020 

 

Selamat hari Kereta Api

 

28 September 2020 

Selamat hari sarjana 2020

29 September 2020