Jumat, 29 Januari 2021

Ekspresi

 


Puisi


1.        RINDUKU TAK PERNAH PADAM

 

Emas permata mungkin dambaan wanita

Berbagai cara guna mendapatkannya

Melebihi sayangya pada kakanda tercinta

Bahkan dipuja selalu sepanjang masa

***

Tapi tidak semua wanita sama

Berpendirian bila emas-permata selalu dipuja

Sebab kebahagiaan sejati datang dari hati

Tidak bisa direka atau diganti berbagai upeti

***

Untaian kata yang manis itu yang ditunggu

Terlepas dari belenggu adalah hal yang dimau

Ibarat memadu kasih yang lama tidak bertemu

Mencurahkan perhatian jangan pula diganggu

Sepanjang hidup menanti berarti membuat jemu

Urailah agar rindu terobati sepanjang waktu

***

Kekasih jauh iringi saja dengan doa

Prasangka lenyapkan  dari pandangan mata

Isi hari dengan kegiatan berguna

Pendam rindu sepenuh tenaga

***

Yakini bila Sang Pencipta Maha Bijaksana

Pemberi anugerah bagi umat tercinta

Yang memendam rindu tiada tara

Suatu saat akan bersama

Memadu kasih sepanjang masa

Panjatkan sepanjang kalian bisa

 

2.       TRAGEDI

 

Kunanti kau  diujung pengharapan

Setahun yang lalu kurelakan kau  pergi menggapai impian

Menjemput bahagia cita-cita bersama

Kelak bila mengarungi bahtera rumah tangga

Bersuka cita dalam istana dambaan kita

***

Hilang…

Sirna sudah ditelan bumi

kini musnah, hancur karena tragedi

menghimpit keraguan yang semula ada

menghalau penantian yang masih bersemayam

Kutegakan pergi menjauh dari jiwa juga raga

Biarlah kenangan tetap tertahan

Dalam kalbu,  sebagai tanda bila cinta pernah singgah

Berkuasa untuk sementara…

Sebab takdir memisahkan kita berdua

***

Hanya doa serta lantunan pujian

Yang sanggup dikumandangkan

Setiap saat tanpa berselang

Sebagai pengharapan agar dimudahkan dihadapan Tuhan

***

Manusia diwajibkan berencana

 Penuh kesungguhan agar Sang Pencipta rela

Mengabulkan segala yang dipinta umatnya

Penuh kepasrahan mengharap  kasih dan sayangnya

Hanya kekuatan iman  yang ikhlas menerima

Segala musibah apa pun bentuknya

                                                                                                                Oleh:Dwi Putri MS

 

Sajian Utama


Januari, Hari Perdamaian Sedunia: Acara streaming di seluruh dunia yang ditandai dengan pandemi dan perang yang masih berlangsung

1 January, dimulai pada pukul 17:05 WIB, streaming global dengan testimoni dari berbagai negara, seperti Mozambik, Lebanon, Suriah, Sudan Selatan, dan Afrika Tengah. Suara dari Koridor Kemanusiaan dan Pulau Lesbos di Yunani - diakhiri dengan Angelus Paus Fransiskus

The Pawai tradisional untuk Perdamaian pada tanggal 1 Januari - Hari Perdamaian sedunia - tidak dapat berlangsung karena penguncian yang diberlakukan oleh karena pandemi. Meski demikian, Sant'Egidio masih akan memulai tahun baru dengan berkumpul secara virtual dengan semua orang yang bekerja untuk dunia yang lebih manusiawi, bebas dari segala bentuk kekerasan, perang, dan terorisme.

For Untuk alasan ini, kami dengan hangat mengundang Anda pada tanggal 1 Januari 2021 - dari pukul 17:05 WIB - untuk menghadiri acara streaming global “Damai di Seluruh Bumi” di dalam "Damai di seluruh bumi 2021", dengan kesaksian dari berbagai negara, seperti Mozambik, Lebanon, Suriah, Sudan Selatan, dan Afrika Tengah. Suara dari Koridor Kemanusiaan dan Pulau Lesbos di Yunani - diakhiri dengan Angelus Paus Fransiskus.


Menanggapi tema yang dipilih oleh Paus Fransiskus "Budaya Peduli sebagai Jalan Menuju Perdamaian", Presiden Komunitas, Marco Impagliazzo akan memperkenalkan acara tersebut - diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa - dan menyuarakan sejumlah kesaksian dari dunia, seperti:

 

Hari Departemen Agama

 

Hari Departemen Agama Indonesia diperingati setiap tanggal 3 Januari setiap tahunnya. Departemen Agama (Depag) Indonesia merupakan sebuah lembaga di bawah Pemerintah Republik Indonesia yang membidangi segala urusan tentang agama. Depag, kini sudah diubah menjadi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Peringatan Hari Departemen Agama, bermula pada 3 Januari 1946  bertepatan didirikannya secara resmi Kementerian Agama dan pemerintah pada jaman itu mengangkat Haji Mohammad Rasjidi sebagai Menteri Agama pertama dan juga sebagai seorang tokoh Muhammadiyah. Kementerian Agama saat itu juga hanya berpusat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan dikenal Kementerian Revolusi karena DIY dijuluki sebagai ibu kota revolusi.

Secara filosofis, sosio politis dan historis agama bagi Indonesia sudah berurat dan berakar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sebab dari para tokoh dan pemuka agama selalu muncul sebagai pelopor pergerakan dan perjuangan kemerdekaan melalui partai politik dan sarana lainnya. 

Perjuangan gerakan kemerdekaan tersebut melewati jalan yang tidaklah mudah dan cukup panjang sejak jaman kolonial Belanda sampai dengan kalahnya jepang di Perang Dunia ke II.

Pada masa kemerdekaan, yaitu 17 Agustus 1945 kedudukan agama menjadi lebih kokoh dan dengan ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara serta UUD 1945. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa diakui sebagai sumber dari sila-sila yang mencerminkan karakter bangsa Indoensia yang sangar religius sekaligus memberi makna terhadap kemajuan-kemajuan rohaniah yang akan dicapai.

Berdirinya Departemen Agama sekitar lima bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, selain berakar dari sifat dasar dan karakteristik bangsa Indonesia sekaligus sebagai realisasi dan penjabaran Ideoligi Pancasila

Ketentuan juridis tentang agama pun terdiri dalam UUD 1945 BAB E Pasal 29 tentang Agama ayat 1 dan 2:

1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa;

2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.Dengan demikian agama telah menjadi bagian dari sistem kenegaraan sebagai hasil konsensus nasional dan konvensi dalam praktek kenegaraan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sumber: Tagar.id Risma Dewi Indrian

 

Komnas HAM Apresiasi Langkah Polri terkait Kasus Ujaran Rasisme terhadap Natalius Pigai

HAM RI mengapresiasi langkah Polri yang memidanakan kasus ujaran rasisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.Diketahui, Natalius Pigai diserang secara rasisme oleh Ambroncius Nababan. Nama terakhir ditetapkan tersangka dan ditahan Bareskrim Polri."Perlu diingat bahwa Indonesia sudah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial melalui UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam keterangan yang diterima, Dengan begitu, kata Taufan, rasisme atau tindakan diksriminasi berdasarkan ras dan etnis sangat ditentang baik secara nasional maupun internasional, bahkan bisa dipidanakan."Sebagai bangsa yang sangat beragam, maka sudah sepatutnya rasisme atau tindakan diskriminasi berdasarkan ras dan etnis menjadi perhatian kita semua," tambahnya.

Tindakan penegakan hukum yang cepat dari Polri, dikatakan Taufan, juga diharapkan juga bisa mencegah kemarahan publik khususnya masyarakat Papua.Dia mencontohkan kejadian yang terjadi di Surabaya pada 2019 lalu."Mahasiswa asal Papua di Surabaya yang kemudian memicu berbagai aksi unjuk rasa yang berujung kekerasan di berbagai tempat yang memakan korban nyawa dan kerusakan harta benda," pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri memutuskan menahan tersangka kasus ujaran rasisme Ambroncius Nababan kepada aktivis Papua Natalius Pigai pada hari ini, Rabu (27/1/2021).Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi menyatakan tersangka ditahan setelah diperiksa oleh penyidik sejak Selasa (26/1/2021) kemarin malam."Ya, betul (Ambroncius Nababan ditahan, Red)," kata Slamet kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih cermat dalam bersosial media. Dia bilang, tidak ada boleh ada tindakan rasisme kepada sesama warga bangsa."Agar tidak dianggap mematikan demokrasi dan bebas berbicara. Pesannya jangan lagi main jari yang mengarah ke perpecahan bangsa khususnya rasis agama suku golongan namun kalau bentuk kritik hal yang berbeda," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Apresiasi Langkah Polri terkait Kasus Ujaran Rasisme terhadap Natalius

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak

Disadur Tribune

 

 

Ratusan Bencana di Awal Tahun Penanda Krisis Lingkungan Hidup

  1.  Awal tahun ini, bencana datang bertubi-tubi di Indonesia. Dari banjir, longsor, puting beliung sampai gempa bumi. Rincian bencana dari data BNPB per 21 Januari 2020 , banjir 146 kejadian, longsor 35, puting beliung 29, gelombang pasang dan abrasi lima dan gempa bumi masing-masing lima kejadian. Kemudian, kebakaran hutan dan lahan ada satu peristiwa.
  2.  Awal tahun ini terjadi banjir dan longsor di beberapa wilayah seperti Sumedang, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Manado, Sulawesi Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Paniai, Papua. Gempa bumi antara lain, di Sulawesi Barat, paling parah, lalu Jayapura, dan Bengkulu.
  3.  Di Kalimantan Selatan, banjir pertengahan bulan ini, data BNPB sampai 20 Januari, dampak banjir merenggut 21 jiwa, dengan 403.405 orang terdampak. Ada sekitar 79.636 rumah rusak atau terendam banjir. Pemerintah Kalsel telah menetapkan status bencana tanggap darurat banjir 14-27 Januari 2021.
  4.  Edo Rakhman, Koordinator Kampanye Walhi Nasional, curah hujan tak bisa jadi satu-satunya penyebab banjir dan longsor. Ada faktor lain mempengaruhi yang menyebabkan daya rusak luar biasa. Daya dukung ekosistem hutan menurun, kawasan penyangga makin berkurang, jadi faktor «inilah yang menyebabkan banjir, longsor dan menimbulkan banyak korban. Pemerintah harus serius membangun mitigasi bencana dengan program dan kebijakan yang memasukkan adaptasi dan mitigasi dalam kebijakan setiap provinsi, terutama yang rawan bencana.

Sejak awal tahun, beragam bencana menimpa negeri ini dari banjir, tanah longsor, puting beliung, sampai gempa bumi. Sampai 26 Januari 2021, data BNPB menyebutkan, banjir 146 kejadian, longsor 35, puting beliung 29, gelombang pasang dan abrasi lima dan gempa bumi masing-masing lima kejadian. Kemudian, kebakaran hutan dan lahan ada satu peristiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 166 orang meninggal dunia, 965 luka-luka, satu orang hilang dan 800.000 lebih lain harus mengungsi.

Gempa bermula pada 14 Januari 2021 di kedalaman 10 km barat laut Majene, Sulawesi Barat, dengan kekuatan 5,9 skala richter sekitar pukul 13.30 siang. Esoknya terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR di arah timur laut Majene dengan kedalaman hampir sama, 10 km. Meski tak berpotensi tsunami masyarakat setempat panik dari lari keluar rumah.

Setidaknya, empat kabupaten terdampak gempa Majene, yakni Majene, Mamuju, Mamasa dan Polewali Mandar. Di Kabupaten Majene, gempa menyebabkan longsor di lima titik.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, kemudian menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, 15-28 Januari 2020.

Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, mengatakan, bila melihat dan fokus pada pantai sebelah barat Sulawesi, terlihat banyak kejadian gempa dan tsunami di masa lalu. Gempa bumi di pantai barat Sulawesi sebagai besar episentrumnya berada di lautan dan beberapa di darat.

Tahun 1820, terjadi gempa disertai tsunami yang memporak porandakan Makassar. Pada 11 April 1976, pernah terjadi gempa 6,3 SR di Polewali Mandar. Gempa disusul tsunami saat itu menyebabkan 13 orang meninggal.

 Pada 23 Februari 1969, juga pernah gempa 6,9 SR menyebabkan, tsunami setinggi empat meter menerjang beberapa desa di Kecamatan Malunda dan menyebabkan 64 orang meninggal dunia. Terakhir, pada 1984 gempa 6,7 SR juga terjadi di Majene dan Mamuju.

Daryono mengatakan, kalau melihat data sebelumnya, gempa bumi di Sulbar minim akan ada gempa susulan. Gempa per 17 Januari lalu diikuti 28 kali susulan.

Dalam kunjungan ke Mamuju pada 15 Januari, Presiden Joko Widodo berjanji pemerintah pusat akan memberikan bantuan membangun kembali gedung pemerintahan yang roboh.

Rumah masyarakat rusak juga akan mendapat bantuan, masing-masing Rp50 juta untuk rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan.

 Banjir, longsor, sampai awan panas

Awal tahun ini juga terjadi banjir dan longsor di beberapa wilayah seperti Sumedang, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Manado, Sulawesi Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Paniai, Papua.

Hujan deras dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil mengakibatkan tanah longsor pada 9 Januari di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat. Longsor menimbun rumah dan warga, 40 orang meninggal, 25 luka-luka dan lebih 1.000 warga mengungsi.

“Situasi di Desa Cihanjuang perlu terus diwaspadai karena Badan Geologi masih ada retakan di beberapa titik longsor,” kata Deden Ridwansyah, Kepala Kantor SAR Bandung.

Penanganan darurat masih dilakukan karena status tanggap darurat 9-29 Januari 2021.

Di Kalimantan Selatan, banjir pertengahan bulan ini, data BNPB sampai 20 Januari, dampak banjir merenggut 21 jiwa, dengan 403.405 orang terdampak. Ada sekitar 79.636 rumah rusak atau terendam banjir. Pemerintah Kalsel telah menetapkan status bencana tanggap darurat banjir 14-27 Januari 2021.

 Menurut analisa Lapan, genangan tertinggi di Kabupaten Barito Kuala sekitar 60.000 hektar, Banjar 40.000 hektar, dan Tanah Laut 29.000 hektar. Kemudian, Hulu Sungai Tengah 12.000 hektar, Hulu Sungai Selatan 11.000 hektar, Tapin 11.000 hektar dan Tabalong 10.000 hektar.

Di Kota Manado, 10 kecamatan terdampak tanah longsor setelah hujan deras pada Sabtu, 16 Januari.

Di Lumajang, Jawa Timur, juga terjadi awan panas guguran Gunung Api Semeru pada 16 Januari sore. Awan panas dengan jarak luncur empat km disertai guguran lava dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari Kawah Jinggring Seleko ke arah Besok Kobokan.

Berdasarkan hasil rekaman gempa Kementerian Emergi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tercatat amplitude maksimum 22 milimeter dan durasi 4.278 detik.

BNPB merekomendasikan tak ada aktivitas penduduk atau wisatawan dalam radius satu km dari kawah atau puncak Semeru dan jarak empat km arah bukaan kawah di sektor selatan tenggara.

Di Yogyakarta, dan Jawa Tengah, status Merapi masih berada pasa level III, siaga. BPBD setempat, kata Jati, sudah evakuasi warga dan hewan ternak. Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi juga agar setop.

Tidak boleh juga ada kegiatan wisata dan pendakian. Pemerintah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten BNPB minta menyiapkan mitigasi bencana Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas Merapi yang signifikan, status aktivitas segera ditinjau kembali, “ kata Jati.

Hutan hilang, bencana ekologis datang

Saat mengunjungi Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada 18 Januari lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan, curah hujan selama 10 hari dan luapan Sungai Barito menjadi penyebab banjir.

Menurut Edo Rakhman, Koordinator Kampanye Walhi Nasional, curah hujan tak bisa jadi satu-satunya penyebab banjir dan longsor.

“Ada faktor lain yang mempengaruhi yang menyebabkan daya rusak luar biasa. Daya dukung ekosistem hutan menurun, kawasan penyangga makin berkurang, jadi faktor inilah yang menyebabkan banjir, longsor dan menimbulkan banyak korban,” katanya.

Idealnya, kata Edo, secara hidrologis hujan harus terserap ekosistem hutan agar tak semua mengalir ke laut. Seperti pengakuai KLHK, luasan kawasan hutan makin menurun.

Tak heran tren banjir dan longsor makin naik tahun ke tahun.

Tutupan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, misal, turun 62,8%. “Artinya, data ini menganulir pernyataan bahwa curah hujan jadi penyebab banjir Kalsel.”

Kalau melihat lebih jauh, kata Edo, ada keterkaitan antara banjir, longsor, curah hujan tinggi dan krisis iklim yang notabene karena ulah manusia termasuk di Indonesia.

 

 

Untuk itu, katanya, pemerintah harus serius membangun mitigasi bencana dengan program dan kebijakan yang memasukkan adaptasi dan mitigasi dalam kebijakan setiap provinsi, terutama yang rawan bencana.

Senada Solidaritas Perempuan. Arieska Kurniawaty, Koordinator Program Sekretariat Nasional Solidaritas Perempuan mengatakan, pemerintah harus melihat akar masalah bencana ekologis ini.

“Hendaknya pemerintah melihat akar permasalahan bencana yakni kerusakan ekologis dan mengatasi penyebabnya,” kata Arieska.

SP tak sepakat pernyataan presiden soal banjir di Kalsel hanya karena curah hujan tinggi, dengan menafikan kerusakan alam dampak industri ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan skala besar seperti sawit.

Seperti Lapan sebutkan, katanya, hutan dan sawah makin menyempit di Kalimantan sementara perkebunan naik signifikan, Arieska bilang, kawasan hutan mesti bisa membantu mencegah erosi dan banjir.

 Hutan yang beralih fungsi menjadi sawit dan pertambangan, katanya, mereduksi daya tampung dan daya dukung lingkungan hidup yang jadi akar penyebab bencana.

Selain itu, pembangunan infrastruktur masif juga memperparah kerusakan.

“Situasi ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Krisis iklim yang tak kunjung ditangani dengan serius juga berkontribusi signifikan terhadap tingginya frekuensi bencana di berbagai wilayah,” katanya.

Solidaritas Perempuan mendesak pemerintah menghentikan seluruh aktvitas investasi dan industri yang menyebabkan bencana ekologis yang berdampak pada masyarakat.

“Pemerintah harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam pembangunan infrastruktur dan mengkonsultasikan dengan masyarakat terutama perempuan.”

Sesuai Peraturan Kepala BNPB No 13 /2014 tentang pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana, harus ada penyediaan data terpilah gender. Tujuannya, agar penanganan terhadap perempuan dalam situasi bencana dapat tepat dan menyasar kebutuhan spesifik mereka.

“Pemerintah juga harus melibatkan perempuan dalam mitigasi dan adaptasi termasuk dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebencanaan,” katanya. 

SP juga mendesak, negara sensitif dan responsif gender dalam penanggulangan bencana di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pada situasi bencana, kata Arieska, perempuan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi biologis berbeda, seperti menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui.

Perempuan juga masih harus melakukan pekerjaan domestik yang kadang beban itu melekat pada mereka seperti merawat anak, menyediakan makanan, mencuci dan lain-lain.

Perempuan dalam kawasan bencana, katanya, juga rentan jadi korban kekerasan baik karena pandangan yang merendahkan maupun kemiskinan dampak bencana kerap mengorbankan mereka.

Catatan Solidaritas Perempuan dalam penanganan gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah 2018, perempuan dalam situasi darurat bencana mengalami kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga. Kondisi ini menimbulkan kemiskinan yang menjerumsukan perempuan dalam pernikahan dini, termakan bujuk rayu calo untuk jadi pekerja migran bahkan jadi pekerja seks maupun korban perdagangan manusia.

“Adaptasi dengan situasi bencana jadi lebih berat bagi perempuan.”

Penanganan bencana, katanya, perlu memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan seperti ketersediaan air bersih, kamar mandi terpisah, penampunan sementara yang aman bagi perempuan dari tindak kekerasan seksual.

Pelayanan trauma bagi bagi perempuan juga penting karena mereka kerap mengenyampingkan trauma untuk memastikan kondisi keluarga dan komunitasnya.

 Keterangan  foto utama: Satgana PMI Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama BPBD, dan TNI/Polri evakuasi warga yang terkena banjir bandang,sekaligus memberikan makanan siap saji, bahan makanan, dan bantuan logistik bagi warga korban bencana banjir di Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan (18/1). Foto:  Relawan lapangan/BNPB

Sumber: Mangobay.co.id

 

 

Hari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal)

Hari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) diperingati setiap tanggal 5 Januari setiap tahunnya. Peringatan ini bermula pada awal tahun 1960-an. Dimana kala itu, Kebutuhan tenaga wanita di dalam kedinasan Angkatan Laut sangatlah penting. Sehingga dibentuklah Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) sebagai solusinya.

Ide pembentukan Korps Wanita Angkatan Laut, dikomandani oleh Komodor Yos Sudarso, dan yang merealisasikannya adalah Panglima TNI Laksamana Muda TNI RE. Martadinata dengan dikeluarkannya surat keputusan pada tanggal 26 Juni 1962 tentang pembentukan Kowal.

Surat keputusan mengenai pembentukan Kowal untuk memberikan hak, kewajiban, serta kehormatan kepada wanita Indonesia yang ingin bergabung di bidang kemiliteran.

Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL). Berawal dari anggota Kowal sejumlah 12 orang perempuan yang dilantik menjadi siswa resmi pada tanggal 5 Januari 1963. Hari tersebut yang merupakan cikal bakal kelahiran Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) dan terus diperingati sampai saat ini.

Diketahui pelantikan pertama Kowal yang menghasilkan 12 orang perwira dilakukan oleh Kasal Laksamana Muda TNI RE. Martadinata di Mabes AL, Jalan Gunung Sahari 67, Jakarta 1963.

Dari waktu ke waktu, Kowal terus berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan perjalanan sejarah dan perkembangan dalam organisasi Angkatan Laut. Awal pembentukan Kowal adalah Korps yang berdiri sendiri. Korps disebut di lingkungan Kowal sebagai pengelompokkan secara administratif dan bukan kecabangan

Seiring dengan semangat emansipasi dan kemitrasejajaran dengan pria, dalam pembinaan profesi anggota Kowal dijalankan sesuai dengan ketentuan prajurit TNI AL pada umumnya, tapi pembinaan kodrat kewanitaan tetap berada di bawah pembinaan khusus Kowal.

Dinamika tergambar di dalam struktur organisasi yang berubah menjadi Administrasi Personel Wanita (Minsperwan) dan Pembinaan Kowal (Binkowal).(Risma Dewi Indriani)

Tagar.id

 

 

Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Pada tahun 2021 ini, peringatan Hari Gizi Nasional memasuki tahun yang ke-61. Guna memperingati Hari Gizi Nasional yang ke 61 ini, masyarakat dapat mendownload logo Hari Gizi Nasional melalui link berikut: Download Link Hari Gizi Nasional 2021 Baca juga: Hari Gizi Nasional 2021, Simak 4 Fakta Mulai Sejarah hingga Peringatan Tahun Ini Sejarah Hari Gizi Nasional Melansir dari laman Sehat Negeriku, Hari Gizi Nasional diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia yang saat itu ditandai dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada 25 Januari 1951. Sejak berdirinya sekolah tersebut, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Dari situlah kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia. Upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950 yakni saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Saat itu LMR dikenal pula dengan sebutan Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan, Lembaga Eijckman. Sosok Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia. Peringatan Hari Gizi Nasional prtama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an yang kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang. Baca juga: Hari Gizi Nasional, Ingat Penuhi Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kelahiran   Peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 Hari Gizi Nasional pada tahun 2021 kali ini mengusung tema Remaja Sehat Bebas Anemia “Gizi Seimbang, Remaja Sehat, Indonesia Kuat”. Sebab berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 3-4 dari 10 remaja Indonesia menderita anemia. Hal itu dipengarungi oleh asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktivitas fisik. Dengan memanfaatkan momentum Hari Gizi Nasional pada 2021, diharapkan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat agar bisa bergandeng tangan untuk meningkatkan perbaikan gizi pada remaja Indonesia. Baca juga: Hari Gizi Nasional 2021, Berikut Pola Makan Gizi Seimbang Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Kirana Pritasari mengatakan, peringatan HGN bisa menjadi momentum di masa pandemi Covid 19 untuk meningkatkan komitmen dan kerja sama seluruh elemen. "Untuk bersama-sama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan gizi remaja terutama dalam penanggulangan anemia," kata Kirana dikutip dari Panduan Peringatan HGN 61. Baca juga: Hari Gizi Nasional, Ahli Beberkan Kiat Hidup Sehat ala Anak Kos   Peringatan Hari Gizi Nasional kali ini juga memiliki sejumlah tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan peran aktif masyarakat tentang kesehatan dan gizi, khususnya dalam penanggulangan anemia pada remaja. Menyebarluaskan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam penanggulangan anemia di masa pandemi Covid-19 Menyebarluaskan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) dalam penanggulangan anemia di masa pandemi Covid-19. Meningkatkan peran media massa dalam kampanye penanggulangan anemia pada remaja sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Meningkatkan komitmen dan kerja sama antara pemerintah baik sektor kesehatan maupun non kesehatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta swasta dalam kesehatan dan gizi, khususnya dalam penanggulangan anemia pada remaja. Baca juga: 6 Makanan Indonesia Gizi Tinggi yang Murah, Ada Tempe dan Ubi Ungu KOMPAS.com/Akbar

 

Bhayu Tamtomo Infografik: 14 Makanan

Peringatan Hari Besar

 Peringatan Hari besar

NO

Bulan

Momentum

JANUARI

1

01 Januari

Tahun Baru Masehi (Internasional)

2

01 Januari

Hari Perdamaian Dunia

4

03 Januari

Hari Departemen Agama

5

04 Januari

Hari Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial

6

05 Januari

Hari Korps Wanita Angkatan Laut ( KOWAL)

7

10 Januari

Hari Lingkungan Hidup Indonesia

8

10 Januari

Hari Gerakan Satu Juta Pohon

9

10 Januari

Hari Tritura

10

13 Januari

Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil

11

15 Januari

Hari Darma Samudra

12

25 Januari

Hari Gizi dan Makanan

13

25 Januari

Hari Kusta Internasional (Internasional)