Hari Lahir Pancasila
Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari
Lahir Pancasila Oleh Humas Dipublikasikan pada 1 Juni 2021Kategori: Berita Dibaca:
235 Kali Presiden Jokowi memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun
2021, Selasa (1/6/2021) pagi, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (Foto:
BPMI Setpres/Laily Rachev) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021, Selasa (1/6/2021) pagi. Presiden
bertindak selaku inspektur upacara dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,
sedangkan pelaksanaan upacara dipusatkan di halaman Gedung Pancasila,
Kementerian Luar Negeri RI, DKI Jakarta, yang diikuti oleh peserta dengan
jumlah terbatas. Bertindak selaku perwira upacara Brigjen TNI Novi Helmy
Prasetya yang saat ini bertugas sebagai Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta,
sedangkan sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Infanteri Muhammad Imam
Gogor, asisten operasi Paspampres. Kepala Negara terlihat mengenakan pakaian
adat dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dilengkapi dengan masker bewarna
hitam.
Jalannya upacara diawali dengan laporan Komandan
Upacara kepada Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.
“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, Mengheningkan
Cipta, mulai,” ujar Presiden. Rangkaian selanjutnya adalah pembacaan teks
Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo
yang diikuti oleh pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) oleh Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani. Kemudian Presiden Jokowi selaku
inspektur upacara menyampaikan amanat yang dilanjutkan dengan pembacaan doa
oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
Muhadjir Effendy. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila
dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh”. Turut mengikuti upacara di
halaman Gedung Pancasila antara lain Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi
selaku tuan rumah dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian
Wahyudi. Juga hadir sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota
Kepolisian Republik Indonesia, tenaga kesehatan, serta pelajar yang bertindak
selaku bagian dari pasukan upacara dengan menerapkan protokol kesehatan.
Upacara juga diikuti secara virtual oleh para
pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga
pemerintah nonkementerian, hingga sejumlah kepala daerah. Sebelumnya, dalam
unggahan di akun Twitter pribadi @Jokowi, Kepala Negara mengatakan bahwa bangsa
Indonesia yang besar ini telah melayari berbagai zaman dengan berpedoman kepada
nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Berpegangan pada nilai-nilai itu
pula, kini bangsa Indonesia tengah berupaya melewati masa-masa sulit di tengah
pandemi. “Berpegangan pada nilai-nilai itu, dengan persatuan dan gotong royong,
kita akan kembali melewati masa-masa sulit ini dan keluar sebagai pemenangnya,”
ucap Presiden pada cuitan yang diunggah pada Selasa
Sumber: https://setkab.go.id
Hari Anak Internasional
1 Juni
2021 memperingati Hari Anak Internasional. Hari Anak dirayakan di banyak negara
di seluruh dunia untuk menghormati anak-anak dan meningkatkan kesadaran akan
hak-hak anak. Hari Anak yang dirayakan pada 1 Juni dikenal juga Hari
Perlindungan Anak Internasional (terkadang juga disebut sebagai Hari Anak
Internasional) ditetapkan oleh Women's International Democratic Federation selama
kongres tahun 1949 yang diadakan di Moskow. Perayaan pertama berlangsung pada
tanggal 1 Juni 1950. Dilansir Any Day Guide, saat ini, Hari Anak Internasional
dirayakan pada tanggal 1 Juni terutama di negara-negara seperti Rusia,
Yugoslavia, serta beberapa negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin
lainnya. Hari Anak Internasional 1 Juni ini biasanya ditandai dengan berbagai
kegiatan seperti kontes, pertunjukan, liburan bersama anak, dan lain-lain agar
anak bersenang-senang. Di beberapa negara,
Hari Perlindungan
Anak Internasional dirayakan sebagai hari libur, seperti di Cape Verde, Laos
dan Mongolia. Di Cape Verde hari ini disebut sebagai Hari Pemuda, dan di
Mongolia dikenal sebagai Hari Ibu dan Anak. Laman Christian Adoption Services
menyebtukan, si AS, peringatan untuk Hari Anak sebenarnya mendahului Hari Ibu
dan Hari Ayah. Hari Anak dibuat untuk mempromosikan cita-cita dan keinginan
dunia untuk kesejahteraan anak-anak kita. Awal mula Hari Anak ini dimulai pada
tahun 1856 ketika Pdt. Charles H. Leonard, DD, yang saat itu adalah pendeta
dari First Universalist Church of Chelsea, Mass., ingin menciptakan hari
dedikasi anak-anak pada kehidupan Kristiani. Hari itu juga dibuat sebagai
peringatan dedikasi ulang orang tua dan wali untuk membesarkan anak-anak mereka
dalam pengasuhan Kristen. Dia menetapkan hari Anak setiap Minggu kedua di bulan
Juni. Selama sekitar seratus tahun berikutnya, konvensi lain mengesahkan
penetapan dan resolusi untuk variasi pada Hari Anak selama bulan Juni. Pada
Desember 1954, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui resolusi dan
merekomendasikan agar semua negara mengadakan Hari Anak Sedunia. Hari itu harus
dikhususkan untuk kegiatan yang merayakan anak-anak di dunia, dan untuk memulai
tindakan guna memberi manfaat dan memajukan kesejahteraan semua anak.
Tanggal
hari anak dapat berbeda di setiap negara, meskipun, umumnya tanggal 20 November
sering kali merupakan tanggal yang dipilih karena ini adalah tanggal ketika
Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada 1959. Ini juga merupakan
tanggal pada tahun 1989 ketika Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak.
Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai peringatan tanggal Majelis Umum PBB
mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak. Baca selengkapnya di
artikel "Hari Anak Internasional 1 Juni 2021 & Bedanya dengan
Children's Day",
Disadur https://tirto.id/ggrz
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Saatnya
Restorasi Ekosistem
Kanal
twitter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, @KementerianLHK,
mencuit hari ini, 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam memperingati hari
tersebut, United Nations
Environment Programme atau UNEP mengusung tema Ecosystem Restoration.
“Inilah saatnya
bagi kita untuk terus menanam pohon, menghijaukan alam dan lingkungan,
mengubah pola konsumsi, membersihkan sungai dan pantai, serta aktif menjaga dan
merawat lingkungan. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam,”
tulis @KementerianLHK.
World Environment Day atau WED 2021 dirayakan untuk
memberi tahu orang-orang bahwa alam tidak boleh dianggap remeh dan harus
dijaga. Pandemi virus corona COVID-19 yang menyebabkan orang-orang minim
aktivitas dianggap menguntungkan bagi alam. Dengan tidak adanya aktivitas
manusia di tengah lockdown yang disebabkan oleh virus corona, alam mendapatkan
waktu untuk membersihkan diri.
Hari
Lingkungan Hidup Sedunia awalnya dibuat pada hari pertama Konferensi PBB yang
berfokus pada interaksi manusia dan lingkungan hidup. Pada 1969, PBB setuju,
setelah 3 tahun mereka akan mengadakan konferensi di Swedia yang berfokus pada
masalah lingkungan. WED pertama kali dirayakan dengan slogan “Hanya Satu
Bumi" (Only One Earth).
Terkait tema Restorasi
Ekosistem, menukil dari unep.org,
Pakistan akan bertindak sebagai tuan rumah global pada 5 Juni. Hari Lingkungan
Hidup Sedunia 2021 akan melihat peluncuran Dekade PBB tentang Restorasi
Ekosistem. Pada pereingatan WED ini Pakistan akan menyelesaikan penanaman 1
miliar pohon sebagai bagian dari gerakan 10 miliar pohon.Menukil dari buku
panduan Restorasi Ekosistem,
adapun cara yang bisa dilakukan untuk memperingati WED 2021 ini yaitu,
mengambil tindakan seperti memulai atau mendukung proyek restorasi di lapangan.
Lebih lanjut, masyarakat dapat membuat pilihan cerdas seperti hanya membeli
produk berkelanjutan dan mengubah pola makan.
Selain itu, menghidupkan kembali ekosistem yang
terdegradasi, misalnya dengan menanam pohon, membersihkan tepian sungai, atau
sekadar memberi ruang bagi alam untuk pulih. Langkah terakhir yang dapat
dilakukan untuk mendukung gerakan Restorasi Ekosistem yakni dengan angkat suara
untuk mendukung konservasi dan restorasi ekosistem“Tetapi sama seperti kita
yang menyebabkan krisis iklim, krisis keanekaragaman hayati dan krisis
polusi, kita dapat membalikkan kerusakan yang telah kita lakukan; kita bisa
menjadi generasi pertama yang menata ulang, menciptakan kembali, dan memulihkan
alam untuk memulai tindakan demi dunia yang lebih baik,” kata Inger
Andersen, Direktur Eksekutif UNEP, dalam pesannya di Hari Lingkungan Hidup
Sedunia.
Disarikan : tekno.Tempo.com
Peringatan #AntiNarkoba#
RIDMA
Foundation menyebut Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah komandan Pego alias
Petrus Golose pasti dan optimis akan lebih baik, lebih giat lagi, berperang
kepada narkoba yang merupakan kejahatan extraordinary.Bahwa
seluruh masyarakat mendukung Bersih Narkoba yang akan diresmikan pada Hari Anti
Narkoba Internasional (HANI 2021)Semangat yang sama dengan keberhasilan
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Tim Satgas narkoba dari Kepolisian.
Tatkala Narkoba Polda Metro Jaya menguak penyelundupan sabu seberat 1,5 ton
jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia berhasil.Setelah sebelumnya Presiden
Jokowi geram, dimana seolah Ditjenpas tak bisa buat apa, tatkala mafia narkoba
terus mengedarkan narkoba dari balik penjara.
Pengungkapan
jaringan narkoba Timur Tengah-Afrika tersebut diperkirakan nilai barang bukti
mencapai Rp1,694 Triliun dan jika beredar dapat dikonsumsi sekitar 5,6 juta
jiwa.Artinya, peredaran narkoba terus terjadi dan sindikatnya bekerja. Walau
kita di masa pandemi Covid-19. Bukan saja darurat narkoba, tapi sudah terjadi
“banjir” narkoba di bangsa ini.Dalam rilisnya, RIDMA Foundation mencatat bahan
haram yang hingga kini bandar narkoba justru produksinya dari dalam penjara
alias Lapas atau Rutan.RIDMA menegaskan dan mendukung Satgas Polri dan BNN
perlu diisi orang-orang yang idealis dan berintegritas. Jangan juga terjadi
sejumlah narapidana narkoba yang mengisi hampir 50 persen lembaga
pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
dinilai masyarakat, demikian cepat bergerak cepat mengikuti arahan Jokowi,
sebagai bentuk perang terhadap narkoba. Jika dihitung, hampir tiga bulan dari
Januari kurang lebih ada 5 ton lebih tim satgas narkoba terus melakukan
pengungkapan.BNN yang bukan Lembaga Polri — kini bahkan anggaran dan statusnya
dinaikan tak mau kalah sigap dengan satgas Polri. Berharap Presiden Jokowi bisa
hadir di HANI 2021 .
“Saya
tidak akan datang ke acara seremonial, atau perayaan HANI semacam ini. Jika BNN
tidak bisa menyelesaikan masalah narkoba tuntas. Kita ini, sudah masuk dalam
narurat narkoba, ayo dong sadari itu” ujar Jokowi, dalam kata sambutannya.Terhitung
dua kali, Presiden Jokowi absen dalam acara seremonial HANI, karena ingin
mengingatkan BNN sebagai garda depan untuk atasi masalah narkoba.“Ya, kita
semua perlu bekerjasama mencegah, mengatasi, dan memberantas peredaran narkoba.
BNN dengan fasilitas jangan mau kalah dengan satgas yang dibentuk kepolisian,”
ujar Asri Hadi, atas nama NGO Bersama sejak jaman Bakolak Inpres 71 ikut
mengkritisi.
Disadur:
Matranews.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar