Minggu, 01 Agustus 2021

Sajian Utama

 

Hari Pramuka

 Sejarah awal mula Hari Pramuka ditetapkan pada 14 Agustus bersamaan dengan dianugerahkannya Panji Gerakan Pramuka. Panji ini ditetapkan oleh presiden lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejarah Pramuka di Indonesia, Organisasi Sejak Zaman Belanda. Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia  Sejarah Pramuka di Indonesia (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)  Ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda, organisasi kepanduan berkembang dengan pesat. Saat itu namanya masih Nederland Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda Organisasi ini dianggap bisa membantu dan membangun karakter seseorang. Berbagai organisasi kepanduan di daerah pun bergabung, hingga pada tahun 1930 terbentuklah Pandu Pemuda Sumatera, satu tahun kemudian tepatnya 1931 Persatuan Antar Pandu Indonesia terbentuk

Meski dibentuk di masa penjajahan Belanda, organisasi ini dianggap bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Setelah masa kemerdekaan, 28 Desember 1945 organisasi Pandu Rakyat Indonesia didirikan di Kota Solo, Jawa Tengah.Tokoh yang terkenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dia menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama sejak Pramuka resmi dibentuk  Nama 'Pramuka' tercetus dari pemikiran Sultan dari istilah 'poromuko' yang berarti pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan. Akhirnya gerakan panduan pun makin berkembang, ada sekitar 100 organisasi kepaduan terbentuk pada tahun 1960

Hingga akhirnya, organisasi ini dikenalkan secara resmi sebagai Gerakan Pramuka pada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961 Dikutip dari laman resmi Pramuka, tunas kelapa muda dipilih sebagai lambang resmi Pramuka pada 20 Mei 1961. Lambang ini dipilih karena memiliki arti kiasan bahwa tunas penerus bangsa yang kuat dan ulet serta memilik cita-cita yang tinggi. Jambore nasional Indonesia pertama kali diadakan di Situ Baru, Jakarta pada 1972

Pemerintah Indonesia pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka dengan tujuan meningkatkan peran, fungsi dan tugas pokok dari Gerakan Pramuka itu sendiri. Sejarah Gerakan Pramuka di Dunia
Menengok mundur sebelum terbentuknya Gerakan Pramuka di Indonesia, gerakan kepanduan ini dikembangkan oleh Lord Biden Powell sekaligus Bapak Pramuka Dunia pada tahun 1907

Awalnya gerakan ini dia buat untuk membina kaum muda Inggris yang terlibat tindakan kekerasan dan kriminal. Powell mengajak 21 orang berkemah di Pulau Brownsea selama delapan hari.Kegiatan perkemahan ini memberikan efek baik, Powell pun mengabadikannya melalui buku yang ia tulis berjudul Scouting for Boy  Powell kecil mendapatkan pengalaman scouting bersama kakaknya. Ia mendapatkan latihan berupa berenang, berlayar, olahraga sampai berkemah Dari latihan yang ia dapat saat muda, membuat dirinya bisa bergabung dalam militer Inggris. Buku yang Powell tulis memberikan banyak inspirasi untuk mendirikan gerakan kepanduan di seluruh dunia. Tahun 1918, dia mendirikan organisasi yang disebut Rover Scout yang beranggotakan remaja. Antusiasme pada buku dan gerakan kepanduan yang dibentuknya ini dikukuhkan dengan diadakannya jambore dunia untuk pertama kalinya di London pada 30 Juli - 8 Agustus 1920 yang dihadiri 8.000 anggota dari 34 negara. Begitulah sejarah singkat terbentuknya gerakan Pramuka di Indonesia dan dunia. Selamat Hari Pramuka.

 

Hari kemerdekaan

Kemerdekaan RI Tahun 2021 Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Peringatan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan RI kali ini mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

 


Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 17 Agustus 2021

Presiden Joko Widodo memimpin upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Istana Merdeka, pada Selasa, 17 Agustus 2021. Kepala Negara hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan didampingi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin.Peringatan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan RI kali ini mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Tema ini mendeskripskan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.Bertindak selaku komandan upacara pada kesempatan kali ini yaitu Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi, S.AP., M.Sc., M.M.S. Pria kelahiran Denpasar, 9 Oktober 1977, ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1999 yang saat ini menjabat sebagai Asops Kosekhanudnas II Makassar.

Selepas itu, Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara memimpin para peserta upacara baik yang hadir secara terbatas di lokasi maupun yang mengikuti secara virtual untuk mengheningkan cipta. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, kemudian memandu pembacaan doa.Ardelia Muthia Zahwa, anggota Paskibraka asal Provinsi Sumatera Utara selanjutnya membawa bendera Merah Putih untuk kemudian dikibarkan. Adapun Paskibraka lainnya yang bertugas mengibarkan bendera yakni Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera, Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera, dan Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8.

Pengibaran bendera Merah Putih dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berhasil ditunaikan dengan baik oleh para Paskibraka. Sang Merah Putih tampak gagah berkibar di halaman Istana Merdeka. Aksi para prajurit TNI AU yang melakukan fly pass pesawat tempur turut memeriahkan upacara kali ini. Sesaat sebelum melintas di langit Istana Merdeka, salah satu pilot pesawat tempur tersebut memberikan ucapan selamat HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Setelahnya, masyarakat dan para undangan disuguhi persembahan lagu “Syukur” dan “Maju Tak Gentar” oleh Gita Bahana Nusantara yang ditayangkan secara virtual. Ada yang sedikit berbeda pada upacara kali ini, yakni adanya fly pass helikopter yang membawa bendera Merah Putih ukuran raksasa. Enam helikopter yang membawa dua bendera berukuran 20 meter kali 30 meter melintas dari arah kiri podium dan disambut tepuk tangan para hadirin.

Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan menteri hadir secara langsung dalam upacara peringatan tersebut, yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Ketua MA Muhammad Syarifuddin, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.Sementara itu, para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu mengikuti jalannya upacara secara virtual dari kediaman masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar