Senin, 29 Maret 2021

Ekpresi

Puisi

1.       Tata Hati

Berpuluh kali tak henti mengingatkan

Aturlangkah jangan gegabah

Tata hati sedari dini

Mengurai agenda perlu rencana

Taksekadarmengumbarjanji

***

Manisnya kata kadang membawa petaka

Bila hanya dicerna tanpa makna

Tanpa diurai oleh rasa

Seakan melambung penuhi jiwa

Bergelora …

***

Optimis haruslah dibina

Melang lang mengembara raihasa

Terseok pun takmengapa

Berdarah-darah pun biasa

Mengapai bahagia banyak coba

Hendaklah kuat…

Jangan sampai binasa

***

Kalbulah kunci utama

Sekali tergelincir

Akan tersingkir segala impian

Terpental dari angan

Kesuksesan sulit terbayang

Apalagi kebahagian

Pastilah enyah dantak kansinggah

Patri lahcinta…

Sekuat hati menjaga agama

 

2.       MERDEKA BELAJAR

 

Sempat “terbelalak hingga bersorak”

Horeeee...Bebas... Merdeka...

Tanpa aturan ini - itu

Akhirnya apa yang dipinta tercapai jua

Apa yang dikeluhkan musnah seketika

Sepanjang  pemahaman belum tercerna

***

Sejatinya “Merdeka” berarti bebas memilih

Menentukan mana yang disuka

Menentukan mana kemampuan yang dikembangkan

Menentukan keahlian masing-masing pribadi jiwa

Juga mengali kelebihan diri yang menjadi inspirasi

Juga menggali potensi yang diunggulkan

Lebih pada tanggung jawab pada kerja nyata

***

Tugas utama adalah memberikan pemahaman

Pada anak didik sasaran perjuangan

Agar tercipta karya yang diagungkan

Dengan riang menyambut kegiatan belajar

Pantang menyerah sebelum asa dalam pelukan

***

Lahan yang mesti dikerjakan

Hanyalah mengantarkan anak didik

Dengan hati lapang juga keikhlasan

Berbagai keinginan bisa terarahkan

Menjadi kekuatan wujudkan angan-angan

Jiwa terbuka menggapai asa

***

Wahai...pelajar di seluruh nusantara

Mari berbakti, wujud cinta pada negara

Berprestasi adalah impian

Setiap lini diberbagai bidang

Teruslah melangkah...

Semangat pantang menyerah adalah kunci

Mengabdikan diri untuk bumi pertiwi

 

 

3.       Hadiah Terindah

 

Matanya terbelalak  kala disebut namanya

Kaget luar biasa...spotanitas berdiri

Selama ini belum pernah namanya bergema

Di ruangan tempatnya menggali inspirasi

Didengungkan oleh guru tercinta

***

“Siaap buu...”

Mulutnya terbata menjawab

“Silakan maju...”

Pinta bu Guru

Dengan wajah tegang, dia melangkah tenang

Sampai depan kelas, kaki terasa gemetar

Kepala menunduk, sedikit demi sedikit didongakkan

“waduuh, luas juga ya kelasku” batinnya

Seakan tak kuasa, puluhan pasang mata menatapnya

Tak berkedip, seakan menghakimi seperti  terdakwa

Jiwanya terus bergejolak “kenapa aku yang diminta maju”

***

Bu guru melangkah mendekatiku

Mengulurkan tangan tanda ucapan selamat

Senyumku berkembang, hatiku berteriak riang

Menikmati batin yang menari-nari akan kejadian yang tiada diduga

Kuamati selembar kertas yang bertuliskan “Piagam Penghargaan”

Sepanjang perjalanan tak berhenti mendoa

Begitulah cara Sang Pencipta mengangungkan umat-Nya

***

Keberanianku mulai tumbuh...

Kemampuanku ternyata tak sepicik yang mereka kira

Ucapan selamat dari kawan telah menggugurkan anggapan negatifku

Kan kutatap masa depan penuh gairah 

Sikap dan perilaku positif menghantarkan ke gerbang kesuksesan

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar