Senin, 26 Oktober 2020

 Sajian utama

1 Oktober Pancasila sakti  


Hari ini, Kamis (1/10/2020), diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila setelah sehari sebelumnya mengenang para korban G30S/PKI. Peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, memang tak lepas dari Gerakan 30 September 1965 oleh PKI yang menyebabkan 7 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD gugur.

Dikutip dari situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ahli sejarah Asvi Warman Adam menjelaskan sejarah lahirnya Hari Kesaktian Pancasila. Sejak saat itu, peringatan 1 Oktober Hari Peringatan Pancasila dilakukan seluruh masyarakat dengan upacara dan pengibaran bendera Merah PutihHari Kesaktian Pancasila diatur dalam Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tertanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Dalam surat tersebut, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila harus dilakukan TNI Angkatan Darat. Selanjutnya ada usul dari Menteri/Angkatan Kepolisian terkait peringatan Kesaktian Pancasila.

Dengan usul tersebut, akhirnya keluar Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan dan Keamanan Jenderal Soeharto (Kep/B/134/1966). Surat tertanggal 29 September 1966 memerintahkan, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila dilakukan seluruh slagorde (jajaran) angkatan bersenjata dengan mengikutkan masyarakat.Berbekal surat tersebut, upacara 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila dilakukan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali selama Orde Baru. Selanjutnya, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila terus dilakukan hingga saat ini. Untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020, upacara dilakukan virtual untuk menekan risiko penularan COVID-19.

Melalui channel YouTube KEMENDIKBUD RI, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan makna peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila. Menurut Nadiem, momen ini memberi kesempatan refleksi dan mengenal kembali Pancasila sebagai falsafah serta ideologi bangsa. Termasuk arti Pancasila dalam kehidupan sehari-hari."Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama, tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?" kata Nadiem.
Menurut Nadiem, pelaksanaan seluruh sila dalam Pancasila terlihat jelas selama pandemi dan penanganan efek COVID-19. Lewat momen peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, bisa dilihat sangat banyak pahlawan Pancasila yang menjalankan aksi kemanusiaan dan berusaha lebih peka dengan lingkungan sekitar."Kalau melihat dengan seksama, kita bisa menyadari Kesaktian Pancasila terus sejarah daging di generasi kita. Di masa krisis seperti ini lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana," kata Nadiem.

Aksi kemanusiaan ini seperti lilin Pancasila yang berusaha dinyalakan tiap orang sesuai kapasitasnya masing-masing. Pandemi COVID-19 menantang negara dan menguji ketangguhan bangsa Indonesia untuk melewatinya. Nadiem berharap, momen 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi tiap orang. Pancasila sebagai pusaka Indonesia harus menyala dalam hati dan tiap perbuatan baik untuk sesama.

 

Hari Batik Nasional 2020

Kumpulan Ucapan Hari Batik Nasional 2020 yang Dapat Dibagikan

 

Peringatan Hari Batik Nasional yang dapat anda bagikan ke teman dan saudara. Simak kumpulan ucapan Hari Batik Nasional 2020 di bawah ini.Mungkin Anda masih penasaran, bagaimana sejarah penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional? Pada 2 Oktober 2009 atau 11 tahun yang lalu, batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO yang waktu itu diselenggarakan di Abu Dhabi.Penetapan tersebut merupakan yang ketiga kalinya bagi Indonesia setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk ke dalam daftar ICH UNESCO. Sebagai warga negara Indonesia, Anda patut bangga bukan?

 Peringatan Hari Batik Nasional biasanya akan ditandai dengan instansi pemerintahan atau swasta yang mewajibkan seluruh pegawainya untuk memakai baju batik.

Untuk menambah semarak peringatan Hari Batik Nasional 2020 ini, Anda bisa mengirimkan beberapa ucapan Hari Batik Nasional 

Kumpulan ucapan Selamat Hari Batik Nasional 2020 ini bisa Anda kirimkan lewat media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.


Hari TNI 5 Oktober

Sejak tahun 1959, tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu merujuk pada hari dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Dikutip dari Kompas.com (5/10/2018), cikal bakal TKR sebenarnya telah dibentuk pada 23 Agustus 1945 dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Pembentukan pasukan keamanan ini ditujukan untuk menjaga kedaulatan Indonesia pasca-merdeka. Mereka berada di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI) yang berada di tiap daerah. Ide untuk membuat sebuah wadah militer dalam bentuk tentara nasional pun mulai muncul. Ide itu dirasa perlu untuk meningkatkan fungsi BKR menjadi lebih luas. Akhirnya, ide itu disepakati oleh mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA), Heiho dan KNIL yang dulunya tergabung dalam BKR. Presiden Soekarno yang lebih memilih jalan diplomasi daripada peperangan sempat tak merestui keinginan itu. Akan tetapi, ia pun merestui pembentukan angkatan perang yang diberi nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Kebutuhan Mendesak Pembentukan TKR dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan situasi mendesak karena kedatangan tentara Sekutu ke Indonesia. TKR pun menjadi angkatan perang pertama yang dibentuk oleh Pemerintahan Indonesia. Mantan Perwira KNIL Mayor Oerip Soemohardjo ditunjuk untuk menjadi Kepala Staf TKR dan mengkoordinasikan keberadaan TKR. Oerip Soemohardjo pun mendirikan Markas Besar Umum di Yogyakarta sebagai markas tertinggi TKR. Momen Saling Menyuapi hingga Perpanjangan SIM Gratis Selanjutnya, dibentuk TKR Jawatan Penerbangan untuk melengkapi sektor udara. BPR Laut juga telah mengubah namanya menjadi TKR Laut.

Kedatangan tentara Sekutu ke Indonesia menjadi kiprah penting bagi TKR untuk menyelamatkan kedaulatan negara. Pada 7 Januari 1946, nama Tentara Keamanan Rakyat diubah menjadi Tentara Keselematan Rakyat. Di tahun yang sama, nama itu kemudian berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk menunjang standar organisasi militer internasional. Lahirnya TNI Untuk menyatukan barisan-barisan bersenjata lain ke dalam wadah militer nasional, maka nama TRI diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 15 Mei 1947.

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi di bawah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( ABRI). Penyatuan ini dilakukan untuk efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Situasi Indonesia yang memanas pada akhir abad ke-20 juga mempengaruhi keberadaan ABRI. Pada 1 April, ABRI resmi berpisah dengan Polri. Harian Kompas, 1 April 1999 memberitakan, pemisahan ini menandai terjadinya pelimpahan wewenang atas pembinaan operasional Polri dan Mabes Polri dari Mabes ABRI ke Departemen Pertahanan dan Keamanan. Seiring dengan pemisahan ini, nama ABRI pun kembali menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hari Parlemen Indonesia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Menandai pentingnya lembaga perwakilan yang berfungsi mewadahi aspirasi masyarakat.

Jakarta - Hari Parlemen Indonesia diperingati setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, menandai pentingnya lembaga perwakilan yang berfungsi mewadahi aspirasi masyarakat.

Awalnya, Parlemen Indonesia atau yang kita sebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibentuk pada zaman penjajahan Belanda dengan nama Volksraad atau Dewan Rakyat. Fungsi Volksraad saat itu, untuk menampung aspirasi masyarakat yang berada di bawah penjajahan Belanda.

Tokoh perintis penggunaan bahasa Indonesia pertama dalam Volksraad adalah Haji Agus Salim dan Jahja Datoek Kajo yang dilakukan sejak tahun 1927. Akibatnya, Agus Salim kala itu harus menuai protes dari tuan voorzitter (Ketua Dewan).

“Saya memang pandai berpidato dalam bahasa Belanda, tapi menurut peraturan Dewan saya punya hak mengeluarkan pendapat dalam bahasa Indonesia, kata Salim.”

Apa yang disampaikan Haji Agus Salim ini mengacu pada mosi yang disampaikan anggota Volksraad bumiputra pertama, Achmad Djajadiningrat dan kawan-kawannya pada 3 Desember 1918 tentang penggunaan bahasa Indonesia.

Dalam mosi itu, Ratu Belanda memberikan ijin dengan catatan penggunaan bahasa Belanda diutamakan.

Kemudian setelah Indonesia merdeka, sebuah badan yang bisa mewakili aspirasi rakyat bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk pada 29 Agustus 1945. KNIP, terbentuk atas gagasan Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia beserta Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Republik Indonesia.

Kala itu, KNIP diketuai oleh Kasman Singodimejo dan anggota-anggotanya terdiri atas tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai daerah dengan tugas utama membantu presiden. Kemudian, pada tanggal 16 Oktober 1945 Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat Nomor X yang mengubah tugas KNIP dari pembantu presiden menjadi setara dengan presiden yaitu menyusun Undang-Undang dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Maklumat Mohammad Hatta ini, dikeluarkan atas pertimbangan politik internasional agar Indonesia diakui sebagai negara demokratis yang sudah punya aparatur lengkap. Maklumat ini, sekaligus menjadi tonggak sejarah lahirnya parlemen di Indonesia. Sehingga kini, Indonesia merayakan tanggal 16 Oktober sebagai Hari Parlemen.

Kini, setiap Anggota Dewan wajib menjadi anggota salah satu fraksi. Tugas Fraksi tersebut, untuk mengkoordinasikan kegiatan anggotanya demi mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi kerja Anggota Dewan. Fraksi, juga bertanggungjawab untuk mengevaluasi kinerja anggotanya dan melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada publik.Ilustrasi Ruang Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto:Tagar/Antara)

Nah, pada DPR periode 2019-2024 ini terdapat sembilan fraksi dengan jumlah keseluruhan 575 anggota yang diketuai oleh Puan Maharani. 

Fraksi-fraksi tersebut adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Nasdem, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Amanat Nasional PAN), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

HARI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA

Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 dan dulunya dikenal sebagai Liga Bangsa-bangsa. PBB didirikan setelah perang dunia ke-II mencegah konflik serupa. Markas besar PBB berpusat di New York, Amerika Serikat. dulunya PBB memiliki 51 anggota dan saat ini terdapat 193 anggota. Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di markas besar PBB dan ada juga yang berstatus pengamat.

Tujuan utama PBB adalah menjaga perdamaian dunia, memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antar-bangsa melalui penghormatan ha asasi manusia, kerjasama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, menjadi pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia dan menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam dan konflik bersenjata.

Semoga perdamaian dunia tetap terjaga untuk kedepan dan seterusnya, Selamat Memperingati Hari Perserikatan Bangsa - bangsa 24 Oktober 2018 (KR)


SEJARAH TERJADINYA HARI SUMPAH PEMUDA

Salah satu dasar terjadinya hari sumpah pemuda bermula dari pemikiran para pemuda daerah yang ingin bebas dari para penjajah. Namun, organisasi yang masih bersifat kedaerahan ini masih cukup lemah sehingga mudah digagalkan oleh penjajah.


Oleh karena itu, kongres pemuda lahir dengan tujuan untuk menyatukan para pemuda dari organisasi daerah untuk menyatukan suaranya bersama. Kongres ini pada akhirnya dapat berjalan berkat PPPI atau biasa dikenal sebagai Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia. Dari kongres pemuda inilah lahir janji yang diucapkan oleh pemuda saat itu dan saat ini dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Janji tersebut telah menjadi asas bersama untuk meraih kemerdekaan yang telah diambil oleh penjajah dari bangsa Indonesia saat itu

.Dalam kongres yang membahas isi sumpah pemuda, diketuai oleh pimpinan PPPI yaitu Soegondo Djojopuspito bersama wakilnya R.M Djoko Marsaid. Di dalam ikrar yang tertulis, sebenarnya memiliki makna yang cukup dalam.
Mulai dari mengajak pemuda untuk selalu menghargai perjuangan Indonesia, selalu bersemangat dalam berjuang, mencintai tanah air, Bahasa, serta semua yang ada di dalamnya dengan sepenuh hati sehingga kita bangga telah menyatu dengan bangsa ini

 TEKS ASLI SUMPAH PEMUDA

Pada awalnya, rumusan ini tidak memiliki nama namun setelah beberapa hari janji tersebut diberi nama Sumpah Pemuda. Teks yang ditulis oleh Moh. Jamin ini menggunakan ejaan lama, kemudian dikembangkan dengan ejaan yang disempurnakan menjadi teks yang kita kenal saat ini.
Inilah isi dari teks asli sumpah pemuda hasil putusan kongres yang telah dilakukan selama 2 hari, terhitung sejak 27 hingga 28 Oktober bersama para tokoh pemersatu bangsa Indonesia dari berbagai daerah:

    Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah     air Indonesia.

    Kedua   : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengaku berbangsa satoe, bangsa Indonesia

    .Ketiga    : Kami poetra dan poetri Indonesia, menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa          Indonesia.


Itulah sejarah hari sumpah pemuda 28 Oktober serta teks aslinya pada saat itu. Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda-beda namun kita bisa mempelajari semangat dan kegigihan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia agar dapat terwujud Melalui sumpah pemuda lah titik awal perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan dimulai. Semangat itulah yang harus kita pertahankan hingga saat ini. Walaupun kemerdekaan sudah kita miliki namun, mempertahankannya bukanlah hal yang mudah.


Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kamu agar dapat bersemangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memelihara perdamaian di dalamnya. Jadikan setiap tanggal 28 Oktober menjadi sebuah pengingat bagi kita untuk menjadi generasi terbaik dan membanggakan negara ini.

 

Selamat Hari Uang Nasional, Inilah Sejarah Uang Rupiah Indonesia

ORI pertama kali dicetak oleh R.A.S Winarno dan Joenoet Ramli dengan lembaran pecahan Rp 100. Kala itu, A.A. Maramis menjabat sebagai Menteri Keuangan RI yang kedua (1946). Saat pertama kali dibuat, proses pembuatan ORI menghadapi berbagai macam kendala seperti stok kertas, tinta, bahan kimia untuk fotografi dan sinkogafi, pelat seng untuk klise, hingga mesin aduk untuk membuat tinta.

ORI baru dapat diproduksi untuk masyarakat pada masa Menteri Keuangan keempat, Surachman Tjokroadisurjo. Pencetakan ORI dilakukan setiap hari mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 22.00. Pada masa Menteri Keuangan ke-5 RI Sjafruddin Prawiranegara, ORI edisi pertama terbit dalam delapan seri uang kertas yakni, satu sen, lima sen, sepuluh sen, setengah rupiah, satu rupiah, lima rupiah, sepuluh rupiah dan seratus rupiah.

ORI pun disambut antusias oleh masyarakat Indonesia. ORI menjadi kebanggaan masyarakat daripada mata uang NICA yang masih beredar pada masa itu. Melihat hal tersebut, Belanda pun membuat ORI palsu agar kredibilitas ORI menjadi buruk di mata masyarakat.Di awal peredarannya, nilai tukar ORI sempat jatuh terhadap mata uang NICA. Awal penukaran ORI dengan uang NICA adalah 1:5, kemudian naik menjadi 1:7. Nilai tukar ORI kembali menguat setelah terjadinya serangan umum 1 Maret 1949. Kala itu, nilai mata uang ORI menjadi 1:3, dan 1:2  per tanggal 31 Maret 1949. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar